oleh

80 Persen Warga Telah Di Vaksin Tahap Satu, 25 Persen Tahap Kedua

Kabupaten Bekasi, Swatantranews.com

Vaksinasi untuk masyarakat Kabupaten Bekasi, tengah gencar dilakukan dengan melibatkan kepolisian dan pemerintah desa dengan ditunjang oleh Puskesmas dan tenaga medis desa setempat.

“Sudah 80% vaksinasi tahap pertama dan 25% vaksinasi tahap kedua.” Ujar Linda Eka Wati, Kepala Desa Mekarsari Kecamatan Tambun Selatan kepada Swatantranews.com di sela-sela kesibukannya memantau pelaksanaan vaksinasi masyarakat Desa Mekarsari yang dilaksanakan di Aula dan Kantor BPD Desa Mekarsari. Senin (13/08).

Linda memaparkan bahwa capaian yang diraih adalah hasil kerja sama semua pihak. Dari pengurus RT dan RW, Posyandu bahkan unsur kepolisian resort Bekasi yang membuat gerai vaksinasi di Desa Mekarsari.

“Gerai vaksinasi dari Polres Bekasi setiap hari sebanyak 200 vaksin sedangkan dari Puskesmas sebanya 500 vaksin, total 700 vaksin setiap harinya.” Beber Linda, panggilan akrab Kepala Desa Mekarsari.

Vaksinasi yang dilakukanpun, bukan hanya untuk warga Desa Mekarsari, warga pendatangpun dapat melakukan vaksinasi di gerai vaksin Desa Mekarsari.

Hal itu disebabkan topologi Desa Mekarsari yang banyak warga pendatang, yang masih ber-E KTP daerah asal pendatang.

Untuk sekolah SMP dan SMA Negeri maupun swasta yang ada di wilayah Desa Mekarsari, sudah dilakukan vaksinasi tahap pertama seluruh siswanya. Dengan melibatkan tenaga pendidik di sekolah yang akan divaksin.

“Semoga pandemi Covid dapat segera berlalu.” Do’a Linda Eka Wati.

Masih di tempat sama, Kepala Puskesmas Desa Mekarsari, Heru, mengungkapkan bahwa vaksinasi sekolah-sekolah yang berada di wilayah desa adalah tanggung jawab puskesmas desa tersebut. Tanpa memandang alamat atau domisili siswa tinggal.

“Semangat kami, hanya ingin mempercepat dan memudahkan vaksinasi, agar kita terbebas dari pandemi.” Ujar dokter Heru.

Ketua BPD Desa Mekarsari, Dahroni, mengungkapkan bahwa Kepala Desa Mekarsari acap kali menghimbau warganya agar mau divaksin melalui jaringan media sosial seperti whats up, facebook dan media desa. Selain dari melibatkan seluruh lembaga pemerintahan desa.

“Yang telah divaksinpun, dipesankan oleh Kepala Desa, untuk mengajak tetangganya untuk divaksin. Seperti testimoni, bahwa vaksinasi tidak berdampak negative.” Ujar Dahroni. (Her).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed