oleh

Ikan Koi, Ikan Pembawa Hoki Dan kesuksesan

Kabupaten Bekasi, Swatantranews.com

Banyak orang yang sudah mengenal ikan koi. Ikan itu bentuknya persis ikan mas, tapi memiliki pola warna yang indah.

Lokasi pembudidaya ikan koi


Harga ikan yang lebih dikenal berasal dari Jepang ini, juga tak murah. Ada yang harganya jutaan rupiah per ekor, bahkan ada yang miliaran rupiah. Namun, ada juga yang berharga puluhan ribu, yaitu ikan koi lokal, atau yang telah dikembangbiakkan di Indonesia. Namun, yang murah itu kualitasnya dinilai kurang bagus. Bila ingin yang kualitas baik atau kualitas lomba (Show Quality) , harga untuk koi lokal bisa diatas Rp 1 juta per ekor.

Jenis ikan koi yang hanya memiliki dua kombinasi warna kontras merah dan putih itu, dianggap sebagai lambang kedamaian, keberanian, dan cinta. 

Ikan koi memang ikan yang indah dan sarat makna . Banyak yang mempercayai bahwa ikan koi ini dilambangkan sebagai pembawa hoki atau keberuntungan. Selain itu ikan koi juga merupakan sebuah ikon karakter positif. 

Bagi warga Kabupaten Bekasi khususnya yang ingin memelihara ikan koi dengan kualitas baik atau keturunan dari F1. Bisa di dapatkan di Kampung Pamahan Tegal Desa Jatireja Kecamatan Cikarang Timur.

“Almarhum H. Eka Supria Atmaja, SH membeli ikan koi disini. Bahkan saya yang membuatkan sistem kolam ikannya.” Ujar Aldi, pembudidaya ikan koi.

“Bahkan bukan hanya mantan Bupati yang membeli ikan disini, sejumlah anggota dewan juga kerap membeli ikan koi disini. Seperti Nyumarno dan Soleman.” Lanjut Aldi.

Dipaparkan oleh Aldi, merawat ikan koi pun sangat mudah. Karena ikan koi adalah ikan yang cepat beradaptasi dengan lingkungan. Serta ikan koi yang baru di masukan ke kolam yang telah berisi dengan ikan koi tidak berkelahi dengan ikan koi yang lebih dahulu.

Harga ikan koi yang dipasarkan di kolam ikan koi Desa Jatireja ini, dari Rp. 75.000 hingga Rp. 13 juta rupiah.

Pembelinyapun tidak hanya dari Kabupaten Bekasi saja. Ada dari Kota Bandung, Karawang, Tangerang dan Jakarta. Yang rata – rata mereka datang sendiri kesini dengan menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum (Koasi) K.35.

“Bisa juga dengan mengikuti petunjuk perjalanan melalui aplikasi google map.” Tegas Aldi. (Her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed