Tambun Utara, swatantranews – Kantor kecamatan Tambun Utara sejak beberapa hari lalu nampak sedang di bedakin atau berganti warna (mungkin ada anggaran perawatan gedung), pada awalnya nampak jelas dinding bagian depan di balut warna merah merona (mirip warna bendera tertentu ) bahkan sempat diabadikan dalam gambar.
Kehadiran warna merah merona, sempat menjadi sorotan banyak pihak, termasuk pengurus Karang Taruna Kecamatan, Entah ada masukan dari mana, tiba-tiba seluruh warna merah merona berubah menjadi warna cream.
“Nah, kalau warna cream seperti ini, terlihat adem dan damai, perpaduan warna yang serasi cream dan putih, Memang Kanda Camat Najmuddin pandai memilih warna, untuk Kantor yang telah membersamainya selama 8 Tahun,” Kata Agam Wijaya Ketua Karang Taruna Kecamatan Tambun Utara, Rabu (5/11).
Dikatakan Ketua Agam, Kehadiran Camat Najmuddin di Tambun Utara dapat dikatakan membawa banyak perubahan, sejak menjabat sebagai Sekcam sampai menempati posisi orang nomor satu di Tambun utara sejak Tahun 2021 lalu, Kehadirannya cukup banyak hasil yang terlihat, membawa perubahan yang signifikan dalam hal infrastruktur punya gedung serbaguna, Semua ini mungkin lantaran ada kedekatan dengan sejumlah pejabat di Pemda kabupaten Bekasi khususnya.
“Yah, Hanya ada di masa kepemimpinan Camat Najmuddin, Tambun Utara selain memiliki akses Pintu Tol Gabus dan infrastruktur pelebaran jalan di sepanjang Kali Gabus, akses jalan tanggul, penataan Bangli dan masih banyak pengawalan usulan lainnya yang terealisasi pembangunannya baik melalui anggaran Provinsi Jabar maupun anggaran Pemda Kabupaten Bekasi, Walaupun hal itu ada sebagian nampak ada juga semu, seperti halnya proyek aspal ceremoni di depan perumahan Suropati, serta pembongkaran Bangli yang hingga saat ini tanpa tindak lanjut penataan dan progres berkelanjutan, “ungkapnya.
Dikatakan Ketua Agam, Dalam masa kepemimpinan Camat Najmuddin pastinya ada Plus minusnya, diantaranya Persoalan 700 Bangunan liar (Bangli) di wilayah Desa Karang Satria yang hingga saat ini belum ada penyelesaian yang serius baik dari pihak Kecamatan Tambun utara ataupun Satpol PP sebagai penegak Perda maupun Pemda Kabupaten Bekasi yang di pimpin oleh Bupati Ade Kuswara Kunang (Si Raja Bongkar), yang berdampak pada keresahan masyarakat soal luapan banjir dan tumpukan sampah Di kali Karang Congok atau pintu air mangga.
” Yah, Jelang akhir tahun 2025, tinggal menanti kinerja Camat Najmuddin lebih proaktif, untuk PR Jembatan Sriamur-Warung Ayu mungkin masih tarik ulur, serta penyelesaian sejumlah persoalan, diantaranya Soal 700 bangli di Karang Satria, Bangli di perbatasan Satriajaya Karang satria (alih pungsi lahan PJT Menjadi Ruko) Kali busah, Jalan tembus dari Tanggul yang menghubungkan kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi dan persoalan Sejumlah TPS liar seperti halnya di Desa Sriamur (pinggir kali), Sampah di Jejalen Jaya, Karang satria, dan sejumlah titik di bantaran kali bekasi serta tempat lainnya,” imbuhnya.
” Ya, secara umum selama kepemimpinan Camat Najmuddin yang konon kabarnya bakal menempati posisi baru di Sekwan DPRD kabupaten Bekasi (*) hingga saat ini banyak membawa perubahan di wilayah kecamatan Tambun Utara,”pungkasnya.
(*/red/cr.den)








