Warga Desa PHJ Keluhkan Ratusan Patok Beton “Siluman” di Lahan Permukiman

Oplus_131072

BEKASI SWATANTRANEWS – Ratusan patok beton yang diduga dipasang tanpa prosedur yang jelas atau dikenal warga sebagai “patok siluman”, kini menjadi sorotan masyarakat di Desa Pantai Harapanjaya (PHJ), Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Keberadaan patok tersebut berdiri tegak di lahan permukiman warga, tepatnya di wilayah Dusun II yang mencakup lima kampung, Sabtu (04/04/2026).

Salah satu warga Kampung Sungai Keramat, Nurdin (40), mengaku bingung dengan munculnya patok-patok tersebut di sepanjang permukiman warga. Menurutnya, tidak ada sosialisasi maupun pemberitahuan terlebih dahulu kepada warga, RT, maupun RW setempat terkait kegiatan pemasangan patok tersebut.

“Kami sebagai warga bertanya-tanya, sebenarnya untuk peruntukan apa patok-patok ini berdiri? Tidak ada pemberitahuan atau sosialisasi sama sekali saat para pekerja melakukan pemasangan,” keluh Nurdin.

Hal senada disampaikan H. Rohman, warga Kampung Utan Gedong. Ia mengaku baru menyadari aktivitas tersebut pada Jumat kemarin, ketika melihat sekitar 10 orang pekerja menurunkan patok beton dari mobil pickup dan memasangnya di lahan garapan miliknya.

“Saya langsung tegur, atas perintah siapa dan untuk apa? Tidak ada yang bisa menjawab dengan jelas. Salah satu pekerja hanya bilang, ‘Saya hanya disuruh kerja, Pak’. Padahal, saya sudah bertanya ke RT, RW, hingga Kepala Dusun, mereka pun mengaku tidak tahu-menahu soal kegiatan ini. Ini jelas siluman,” tegas Rohman.

Lebih lanjut, Rohman menegaskan bahwa dirinya tidak menolak jika hal tersebut merupakan program pembangunan dari pemerintah, baik daerah maupun pusat. Namun, mekanisme sosialisasi harusnya menjadi prioritas agar warga tidak merasa dirugikan atau dikhianati.

“Saya tidak akan menghambat pembangunan, tapi tolong ada kejelasan. Harapan saya, pelaksana harus sosialisasi dulu ke pemerintah desa dan warga yang lahannya terkena titik koordinat ini,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua RW 013, Beceng, mengaku sama sekali tidak mengetahui adanya kegiatan pematokan yang konon sudah berjalan hampir dua bulan lamanya. Ia mengaku sering mendapat pertanyaan dari warga terkait lahannya yang kini sudah tertanam patok beton.

“Saya sebagai Ketua RW tidak tahu. Sudah jalan hampir dua bulan, banyak warga yang tanya ke saya. Kalau memang hari ini ada kegiatan, saya akan hentikan sementara. Saya juga punya beban moral menjawab pertanyaan warga,” jawab Beceng saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai siapa yang melaksanakan dan untuk proyek apa pemasangan ratusan patok beton tersebut.
(M. Hasan )

Pos terkait