Kehadiran SPPG di Wilayah 05 Kebalen Jadi Harapan Baru Masyarakat

Oplus_131072

BEKASI SWATANTRANEWS ~
Babelan Kehadiran Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Kebalen 5 di Wilayah 05 Kebalen menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat. Di sisi lain, keberadaan fasilitas ini juga menyisakan catatan penting agar pelaksanaannya berjalan secara optimal dan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial belaka. Hal ini disampaikan dalam kegiatan persiapan kesiapan operasional dapur yang digelar pada Selasa (21/4/2026).

Kegiatan yang menandai kesiapan beroperasinya dapur pelayanan pangan ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Lurah Kebalen Andika Journalisanda, Babinsa dan Bimaspol Kebalen, perwakilan Puskesmas Babelan, tokoh masyarakat, para Ketua RW, serta pengurus Yayasan Tunas Abadi Nusantara.

Dalam sambutannya, Lurah Kebalen Andika Journalisanda menegaskan bahwa pengelolaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini harus mampu menjaga nama baik dan citra wilayah. Ia mengingatkan seluruh pihak yang terlibat untuk bekerja secara profesional serta meminimalisir kemungkinan terjadinya kesalahan, mengingat program ini menyentuh kepentingan dan kesejahteraan masyarakat luas.

“Selain itu, dapur ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol pelaksanaan program pemerintah, tetapi benar-benar mampu membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar yang membutuhkan kesempatan berusaha dan bekerja,” ujarnya.

Dukungan serta komitmen pengawasan juga disampaikan oleh unsur keamanan melalui perwakilan Danramil yang diwakili Babinsa Kebalen, Ismail. Ia menegaskan bahwa pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya pada tahap persiapan atau awal kegiatan saja, melainkan terus berjalan sepanjang program ini berlangsung. Langkah ini diambil agar seluruh standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) tidak hanya tertulis dalam peraturan, tetapi benar-benar diterapkan dengan baik di lapangan.

Sementara itu, dari sisi kesehatan, perwakilan Puskesmas Babelan, Sumiyah, mengingatkan bahwa program ini tidak boleh berhenti hanya pada kegiatan pembagian makanan. Aspek pemenuhan gizi dan kesehatan penerima manfaat harus menjadi prioritas utama dalam setiap langkah pengelolaannya. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan bagi para tenaga kerja dan relawan yang bertugas, dengan memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai risiko yang mungkin timbul selama bekerja.

Ketua Yayasan Tunas Abadi Nusantara, Bagus Pradipata, menyampaikan bahwa pendirian dapur ini bertujuan untuk memberdayakan potensi sumber daya dan bahan baku yang ada di lingkungan sekitar. Namun demikian, ia menyadari bahwa kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui kerja nyata, sistem pengelolaan yang transparan, serta tanggung jawab penuh dari seluruh pengelola, bukan hanya sekadar janji manis di awal pelaksanaan.

Ketua SPPG Kebalen 5, Yulianus Hulu, menjelaskan bahwa dapur ini direncanakan akan mulai beroperasi dalam waktu dekat, tepatnya pada hari Rabu atau Kamis di minggu yang sama. Sebagai langkah awal, layanan pangan gizi ini akan ditujukan untuk anak-anak Taman Kanak-kanak, kelompok kegiatan Posyandu, serta siswa-siswi sekolah yang berada di lingkungan sekitar wilayah Kebalen.

Di balik antusiasme yang muncul, masyarakat juga menyampaikan harapan agar pengelolaan dapur ini terhindar dari berbagai kendala yang kerap terjadi di lokasi pelaksanaan program serupa, seperti pendistribusian yang tidak merata hingga pengelolaan yang kurang maksimal. Oleh karena itu, pengawasan dari seluruh pihak terkait dinilai menjadi kunci utama agar program ini benar-benar memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat.

Di akhir rangkaian kegiatan, seluruh tamu undangan meninjau langsung kondisi dan kesiapan fasilitas dapur. Harapan besar ditujukan agar SPPG Kebalen 5 tidak hanya berjalan sebagai program jangka pendek, melainkan mampu menjadi solusi yang berkelanjutan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan serta perekonomian warga sekitar. (Sinta)

Pos terkait

banner 728x250