Babelan, swatantranews- Pasca banjir akibat tanggul SP DT 8 Jebol beberapa waktu lalu yang mengakibatkan ratusan hektar lahan pertanian di Desa Buni bakti Babelan Terendam Banjir berhari-hari, Saat ini kondisi Tanggul jebol sudah di perbaiki melalu Tanggap darurat, (kolaborasi BPBD Kabupaten Bekasi, BBWs dan PJT II -red). Usai pengerjaan penanggulan tanggap darurat di Kali DT 8, Petani desa Buni bakti Babelan masih merasa was-was dan khawatir untuk memulai tandur kembali, Rasa khawatir petani bukan tidak beralasan, pasalnya Penanggulan Tanggap darurat bencana +- 30 meter di DT8 yang di kerjakan oleh PJT II, BBWs serta BPBD kabupaten Bekasi, bila dilihat dari hasil akhir kondisi pekerjaan penanggulan dinilai belum maksimal.
” Ya, Kami sebagai petani berterimakasih atas koordinasi Kepala desa Buni bakti (Sidi Sumardi-red) kepada sejumlah instansi, untuk dilakukan penanggulan akibat Tanggul jebol tergerus derasnya debit air di Kali DT8, Akan tetapi sebagaimana yang dilihat hasil pekerjaan penanggulan masih kurang maksimal,” kata Pa Kobar (50) petani di wilayah Buni bakti, Rabu (19/3).
Dikatakannya, Dilokasi penanggulan saat ini semua aktifitas dan alat berat nampaknya sudah selesai, tetapi kondisi tanggul yang baru di buat masih memprihatinkan, tentunya kami was-was untuk tanam tandur kembali, khawatir tanduran kami nanti bila musim penghujan akan terendam kembali.

” Kondisi tanggul yang baru di bangun belum sama dengan tanggul lama (soal ketinggian dll), masih ngeri kalau untuk tandur kembali, bisa habis modal, pengennya mah di kelarin penanggulan oleh pihak PJT dan instansi lain, agar petani diwilayah buni bakti dapat kembali tanam tandur bibit padi, setelah ludes terendam banjir beberapa waktu lalu,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Buni Bakti Sidi Sumardi mengamini apa yang menjadi keluhan petani soal pengerjaan penanggulan di kali DT8, karena mereka ingin menanam kembali bibit padinya, setelah habis terendam banjir, tetapi masih dibayang- bayangi banjir.

Kades Buni Bakti, Sidi Sumardi. HM
“Yah, setidaknya pekerjaan penanggulan oleh PJTII dan lainnya agar diselesaikan, Tadi sudah koordinasi dengan PJT (Pa Dedi-red), Tumpukan karungan tanah sudah di siapkan, untuk mengisi tanggul jebol, tetapi masih kesulitan akses jalannya karena cuaca, segera mungkin dikirim tumpukan karung berisi tanah untuk penanggulan,” Kata Kades Sidi Sumardi usai koordinasi dengan Staf PJT.
” Tentunya, harapan petani dan kita semua, agar instansi terkait untuk dapat menyelesaikan proyek penanggulan kali DT8, agar petani dapat tandur kembali, tanpa was-was, takut tanggul jebol,” tandasnya
Dari pantauan di lokasi penanggulan, selain sulitnya akses jalan menuju proyek tanggul jebol, hasil kerjaan penanggulan nampak belum maksimal, Untuk Besi Sheet Pile memang sudah terpasang dan ada sejumlah tumpukan karung berisi pasir di badan tanggul.
” Ada sekitar +-50 karung pasir untuk penanggulan dari PJT, dan Besi Sheet Pile memang sudah terpasang, saat ini sudah tidak ada yang kerja lagi,” Kata pengawas Beko di lapangan.
Sementara itu GM PJT II, saat dimintai tanggapannya soal pekerjaan penanggulan di DT 8 menyampaikan.
“Kami akan koordinasi dengan BBWS Citarum dulu. Ini hanya penanggulangan darurat saja, selanjutnya untuk penanggulangan permanen dilaksanakan oleh bbws Citarum,” kata Udien Yulianto General Manager Unit Wilayah I PJT II, melalui pesannya kepada media.
(*/red/boby)








