Diduga Parkir di Trotoar, Pospol Pasar Baru Cikarang Dinilai Jadi Pemicu Utama Kemacetan di Jalan RE Martadinata

CIKARANG SWATANTRANEW – Kemacetan parah yang kerap terjadi di ruas Jalan RE Martadinata, mulai dari kawasan Pasar Baru Cikarang hingga menuju Jembatan Kali Cikarang Utara dan Kali Cibitung, diduga kuat disebabkan oleh penyempitan badan jalan akibat beralih fungsinya trotoar dan bahu jalan. Kondisi ini dipicu oleh praktik parkir kendaraan yang berlangsung tepat di depan Pos Polisi (Pospol) Pasar Baru Cikarang, yang kemudian diikuti oleh maraknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mendirikan lapak hingga memakan ruas jalan.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan awak media pada Kamis (24/4/2026), terlihat jelas bahwa area yang seharusnya menjadi jalur pejalan kaki dan bahu jalan kini dipenuhi kendaraan yang diparkir secara sembarangan. Ironisnya, aktivitas tersebut terjadi tepat di depan kantor kepolisian yang seharusnya menjadi pusat penegakan aturan dan ketertiban.

Akibat kondisi ini, para pedagang di sekitar lokasi menyampaikan rasa resah dan kekecewaannya. Mereka menilai, keberadaan pospol justru seharusnya memberikan contoh yang baik dalam mematuhi peraturan lalu lintas, bukan malah melakukan hal yang melanggar ketentuan yang berlaku.

“Seharusnya pihak pospol memberikan teladan dan contoh yang baik bagi masyarakat, bukan malah memarkir kendaraan di atas trotoar yang jelas-jelas bukan tempatnya. Akibatnya, PKL pun ikut-ikutan memanfaatkan bahu jalan untuk berdagang. Jangan sampai masyarakat menilai bahwa aparat yang seharusnya menertibkan justru menjadi contoh yang tidak baik,” ungkap salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Kemacetan Berlangsung Hingga Pagi Hari

Penyempitan ruas jalan yang terjadi akibat dua aktivitas tersebut berdampak langsung pada kelancaran arus lalu lintas. Kemacetan yang terbentuk tidak hanya terjadi dalam waktu singkat, melainkan berlangsung hampir sepanjang malam dan baru mulai melonggar sekitar pukul 09.00 WIB pagi harinya. Antrean kendaraan pun terlihat memanjang dari depan Pasar Baru Cikarang hingga ke wilayah Kali Cikarang, menimbulkan kerugian waktu dan kesulitan bagi pengguna jalan.

Diduga Ada Persekongkolan dengan Oknum Petugas

Masyarakat juga menyampaikan kecurigaan bahwa maraknya praktik parkir liar dan berdirinya lapak pedagang yang meluas hingga ke badan jalan tidak terjadi begitu saja. Diduga ada unsur koordinasi dan kesepakatan dengan oknum petugas terkait, sehingga aktivitas tersebut dibiarkan berlangsung tanpa adanya tindakan penertiban.

Warga menduga kuat bahwa pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi serta petugas dari Dinas Perdagangan mengetahui dan membiarkan kondisi ini terjadi. Bagi warga, aktivitas yang melanggar aturan tersebut tidak akan berani berlangsung terus-menerus jika tidak ada pihak yang melindungi atau terlibat di dalamnya.

“Parkir liar di bahu jalan dan keberadaan pasar tumpah yang memakan jalan ini kami duga kuat ada keterkaitan dengan oknum petugas lalu lintas Dishub maupun petugas Dinas Perdagangan. Kalau tidak ada yang ‘mengatur’ atau membiarkan, mustahil hal ini berani dilakukan dan berlangsung terus-menerus seperti sekarang,” ujar warga lainnya.

Warga berharap pimpinan di lingkungan Polres Metro Bekasi segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan anggotanya di lapangan. Penggunaan fasilitas umum seperti trotoar dan bahu jalan untuk kepentingan pribadi harus segera dihentikan agar tidak menjadi preseden buruk yang diikuti oleh masyarakat luas.

Hingga berita ini diturunkan, Swatantra News masih terus berupaya meminta tanggapan resmi kepada Kapospol Pasar Baru Cikarang, Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, serta Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi untuk mendapatkan penjelasan terkait permasalahan yang terjadi di lapangan. (Mhfd)

Pos terkait

banner 728x250