CIKARANG, SWATANTRANEW – Suasana penuh semangat dan harapan mewarnai proses pengundian dan pengambilan nomor urut Calon Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tanjung Sari, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, untuk masa bakti 2026–2034. Kegiatan yang dipanitia secara resmi berlangsung di Aula Desa Tanjung Sari pada Minggu (10/5/2026) tersebut berjalan aman, tertib, dan kondusif, dihadiri para calon beserta pendukungnya.
Dalam pengundian yang menentukan urutan nomor calon tersebut, Kholiludin Sunaryo, yang maju sebagai wakil dari perwakilan Dusun 1, resmi mengantongi nomor urut 2. Sosok yang akrab disapa dan dikenal sebagai tokoh muda di wilayahnya ini mengaku bersyukur atas hasil undian tersebut, serta menyampaikan terima kasih yang mendalam atas dukungan yang mengalir kepadanya. 11 Mei 2026
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur hari ini mendapatkan nomor urut 2. Terima kasih sebesar-besarnya kepada keluarga besar, sahabat, dan seluruh warga Dusun 1 yang sudah mendukung saya maju menjadi calon anggota BPD,” ujar Kholiludin Sunaryo usai acara kepada awak media Swatantra News.
Sebagai figur yang ingin mengabdi di lembaga legislatif desa, Kholiludin menegaskan tekad dan komitmennya untuk menjadi jembatan aspirasi masyarakat, khususnya warga Dusun 1, agar kepentingan dan suara mereka semakin terdengar dan diperhatikan dalam setiap kebijakan serta pembangunan desa ke depan.
“Saya ingin ikut berkontribusi nyata agar Desa Tanjung Sari semakin maju, tertata, dan sejahtera. Jika kelak diberi amanah dan kepercayaan oleh warga, saya siap mendengar, menampung, dan memperjuangkan setiap aspirasi maupun masukan dari warga Dusun 1 di forum BPD,” tegasnya.
Kholiludin membawa visi besar dalam pencalonannya, yaitu: “Mewujudkan Desa Tanjung Sari yang Rukun, Terlayani, dan Terdata melalui BPD yang Aktif Menjembatani Warga dan Pemerintah Desa.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, ia memaparkan tiga misi utama yang akan menjadi landasan kerja dan program prioritasnya, antara lain:
1. Membangun Kanal Aspirasi dan Kebersamaan Warga
“Saya akan membuatkan Grup WhatsApp khusus warga Dusun 1 sebagai wadah resmi menampung keluhan, masukan, dan laporan warga. Setiap aduan akan dicatat, diklasifikasi, dan dibahas secara serius dalam forum rapat BPD. Selain itu, saya juga akan menginisiasi program rutin ‘Jumat Bersih’ setiap bulan, sebagai sarana gotong royong, mempererat silaturahmi, sekaligus menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan desa,” jelas Kholiludin.
2. Mengawal Data dan Penyaluran Bantuan Agar Tepat Sasaran
“Kami akan mendorong lahirnya Peraturan Desa terkait verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Saya pun berkomitmen aktif hadir dalam setiap Musyawarah Dusun, guna memastikan warga yang benar-benar membutuhkan — seperti lansia, penyandang disabilitas, dan warga rentan — tidak terlewatkan dan berhak menerima bantuan sosial sesuai haknya,” tambahnya.
3. Menjaga Transparansi dan Sosialisasi Anggaran Desa
“Setiap program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang masuk ke wilayah Dusun 1, wajib disosialisasikan terlebih dahulu melalui Musyawarah Dusun. Setelah program berjalan, hasil realisasinya juga harus ditempel dan diumumkan di papan informasi warga Dusun 1, agar seluruh masyarakat tahu ke mana anggaran desa digunakan dan apa manfaatnya,” ucap Kholiludin.
Kini, tahapan pemilihan Anggota BPD Desa Tanjung Sari periode 2026–2034 akan terus berlanjut sesuai jadwal dan mekanisme yang telah ditetapkan panitia pemilihan. Dukungan warga terhadap para calon terus mengalir, menandakan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyukseskan demokrasi di tingkat desa demi kemajuan bersama. (Mahfud)







