Security SMKN 1 Babelan Komplain Gaji 3 Bulan Belum Cair, Pintu Gerbang Sempat Digembok  

Oplus_131072

BEKASI, SWATANTRANEWS – Ketegangan sempat mewarnai suasana di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Babelan, Senin (11/5/2026). Sebab, sejumlah petugas keamanan (security) melakukan aksi protes dan menyampaikan keluhan keras terkait hak mereka yang belum dibayarkan selama tiga bulan berturut-turut, yakni untuk periode Maret, April, hingga Mei 2026.

Dalam aksinya, para petugas menegaskan bahwa yang mereka tuntut bukanlah kenaikan upah, melainkan sekadar kepastian pembayaran hak yang seharusnya sudah mereka terima setiap bulannya. Salah satu petugas yang berbicara di lokasi menyampaikan kekecewaannya dengan nada tinggi dan penuh emosi.

“Kami sama sekali tidak menuntut kenaikan gaji. Kami hanya bertanya dan menagih hak kami, kapan mau dibayarkan? Tolong dipikirkan perut saya, perut anak dan istri saya di rumah, kami juga butuh makan dan hidup,” ujar salah satu petugas, yang merupakan salah satu dari empat orang yang belum menerima haknya.

Diketahui, besar gaji yang seharusnya diterima setiap bulan oleh masing-masing petugas adalah sebesar Rp1.650.000. Namun hingga hari ini, belum ada kejelasan maupun jadwal pasti kapan pembayaran tersebut akan dilakukan oleh pihak sekolah.

Sebagai bentuk luapan kekesalan dan tekanan, para petugas sempat melakukan tindakan menutup dan menggembok pintu gerbang utama sekolah. Akibatnya, akses keluar-masuk sempat terhambat dan menimbulkan keramaian. Namun tak lama kemudian, situasi mulai kondusif kembali setelah pintu gerbang dibuka kembali dan aktivitas berjalan seperti biasa.

Meski demikian, para petugas tetap bersikap tegas. Mereka mengancam akan melakukan mogok kerja total atau tindakan lain yang lebih lanjut jika hingga batas waktu yang ditentukan belum ada kejelasan pasti mengenai pencairan gaji tertunggak tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun tanggapan dari Kepala Sekolah maupun pihak pengelola SMKN 1 Babelan terkait alasan keterlambatan pembayaran dan solusi yang akan diambil.

Isu ini pun menjadi perhatian warga sekitar maupun orang tua siswa, mengingat peran vital petugas keamanan dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan keselamatan seluruh warga sekolah setiap harinya. Warga berharap persoalan ini segera diselesaikan dengan baik dan kekeluargaan agar tidak mengganggu proses belajar mengajar. (Bobi)

Pos terkait