Bekasi — Pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pantai Hurip, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mulai menghadirkan berbagai sosok yang ingin membawa perubahan bagi masyarakat. Salah satunya adalah INDRIYANI, calon anggota BPD keterwakilan perempuan dengan nomor urut 2 yang membawa semangat pengabdian dan komitmen untuk mendengar langsung aspirasi warga.
Perempuan kelahiran Gedong Jaya itu kini menetap di Desa Pantai Hurip bersama suaminya yang berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar (SD). Meski mengaku belum terlalu dikenal luas oleh masyarakat, INDRIYANI justru menjadikan hal tersebut sebagai motivasi untuk lebih dekat dengan warga dan hadir sebagai jembatan antara masyarakat dengan pemerintah desa.
Dalam visi yang diusungnya, INDRIYANI ingin mewujudkan Desa Pantai Hurip yang maju, mandiri, partisipatif, dan berdaya saing dengan menjunjung nilai gotong royong serta keadilan. Baginya, pembangunan desa tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana masyarakat, khususnya perempuan, dapat lebih produktif dan berdaya secara ekonomi.
“Selama ini saya banyak mendengar berbagai aspirasi masyarakat di beberapa wilayah Desa Pantai Hurip. Karena itu saya mencoba hadir untuk menjadi penyambung aspirasi masyarakat kepada pemerintah desa,” ujar INDRIYANI saat menyampaikan motivasinya maju sebagai calon anggota BPD.
Sebagai calon dari keterwakilan perempuan, ia menaruh perhatian besar terhadap kegiatan dan pemberdayaan perempuan di desa. Menurutnya, kaum ibu memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga maupun pembangunan sosial masyarakat.
Ia pun berencana mendorong program-program yang berkaitan dengan ketahanan pangan, pengembangan UMKM, hingga pembentukan kelompok-kelompok perempuan produktif. Dengan adanya wadah tersebut, perempuan di Desa Pantai Hurip diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang, mandiri, dan memiliki penghasilan tambahan bagi keluarga.
“Perempuan punya potensi besar untuk membantu kemajuan desa. Saya ingin ibu-ibu di Pantai Hurip bisa lebih produktif melalui program UMKM dan kegiatan positif lainnya,” katanya.
Tak hanya fokus pada pemberdayaan perempuan, INDRIYANI juga menegaskan komitmennya dalam mengawal aspirasi masyarakat secara langsung. Ia berencana melakukan kunjungan rutin ke lingkungan warga mulai dari tingkat RT setiap pekan agar masyarakat dapat menyampaikan keluhan maupun usulan secara terbuka.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar seluruh aspirasi benar-benar terserap dan dapat menjadi bahan pembahasan bersama pemerintah desa. Dengan komunikasi yang aktif, ia berharap tidak ada lagi warga yang merasa suaranya tidak didengar.
“Saya akan meluangkan waktu untuk masyarakat Desa Pantai Hurip. Selain tanggung jawab kepada keluarga, masyarakat juga menjadi bagian penting dari tanggung jawab saya,” ungkapnya.
Dalam menjalankan tugas nantinya, INDRIYANI juga menegaskan akan tetap berpegang pada komitmen awalnya, yakni memperjuangkan kebenaran dan kepentingan masyarakat. Ia menyadari dalam proses pemerintahan sering muncul berbagai perbedaan pandangan, namun dirinya memilih untuk tetap rendah hati sekaligus tegas dalam menyuarakan kepentingan warga.
Selain itu, ia menilai pengawasan terhadap penggunaan dana desa merupakan salah satu fungsi utama BPD yang harus dijalankan secara serius. Di tengah kondisi efisiensi anggaran yang terjadi beberapa tahun terakhir, ia ingin memastikan penggunaan dana desa tetap transparan, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Pengawasan dana desa sangat penting agar program yang dijalankan bisa tepat sasaran dan aspirasi masyarakat tetap bisa diperjuangkan,” jelasnya.
Dengan semangat “Perempuan Berdaya, Desa Sejahtera”, INDRIYANI berharap dapat menjadi bagian dari perubahan positif di Desa Pantai Hurip. Melalui pendekatan yang sederhana, dekat dengan masyarakat, dan fokus pada pemberdayaan warga, ia ingin membangun desa yang lebih maju, terbuka, dan sejahtera bersama seluruh masyarakat Pantai Hurip. [bisot]







