Kondisi Jalan Tuparev Berdebu Dikeluhkan, Askun Desak Kembalikan ke Aspal

Oplus_131072

KARAWANG, SWATANTRANEWS — Kondisi Jalan Tuparev yang dipasangi paving blok dikeluhkan banyak warga maupun pengguna jalan karena berdebu dan tidak nyaman dilewati. Praktisi Hukum sekaligus Pengamat Kebijakan, Asep Agustian, S.H., M.H., atau yang akrab disapa Askun, meminta Pemerintah Kabupaten Karawang segera membongkar paving blok tersebut dan mengembalikan permukaan jalan menjadi aspal kembali.

Keluhan ini disampaikan pada Rabu (14/10/2026). Menurut Askun, Jalan Tuparev merupakan kawasan pusat pertokoan yang menjadi jalur bongkar muat kendaraan bertonase, sehingga tidak cocok jika menggunakan paving blok yang dinilai tidak akan kuat menahan beban kendaraan dan dipastikan cepat rusak.

“Kalau paving blok yang di depan Eng Siu Tong itu bagus, tidak perlu dibongkar karena cocok untuk kawasan kuliner. Tapi untuk jalur setelah rel kereta api, itu harus dibongkar dan dikembalikan ke aspal,” tegas Askun.

Lebih lanjut, Askun menjelaskan bahwa konsep paving blok di lokasi tersebut tidak cocok dengan kondisi kontur tanah yang rawan banjir.

“Kalau tetap dipaksakan, paving blok tidak akan menyerap air, banjir tetap terjadi karena di bawahnya masih ada lapisan aspal. Saya mohon kepada Bupati Karawang, bongkar saja dan kembalikan ke aspal,” ujarnya.

Askun juga menyampaikan kekhawatirannya bahwa citra dan berbagai prestasi pembangunan Bupati Karawang seakan tertutup oleh keluhan viral terkait kondisi Jalan Tuparev. Ia mencontohkan sejumlah pencapaian pembangunan yang telah dilakukan, namun kritikan di media sosial terkait jalan Tuparev semakin mengemuka.

“Saya mohon maaf kepada Bupati, kembalikan saja ke aspal dan gunakan marka jalan yang rapi untuk mempercantiknya. Bahasa warga di media sosial sudah tidak enak dibaca, seakan Bupati tidak mendengar keluhan rakyat,” ungkapnya.

Diketahui, proyek paving blok Jalan Tuparev awalnya didanai melalui CSR perusahaan, kemudian Pemkab Karawang juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,5 miliar dalam APBD 2025 untuk kelanjutan proyek tersebut, serta tambahan pagu Rp1 miliar.

Askun memperingatkan bahwa jika terus dipertahankan, dana APBD dan CSR akan terus habis hanya untuk perbaikan berulang karena kondisi jalan yang cepat rusak.

“Berdebu dan berguncang saat dilewati kendaraan — itulah kondisi yang dirasakan warga. Sudah sebaiknya dikembalikan ke aspal, bukan berarti konsep paving blok buruk, tetapi memang tidak cocok untuk Jalan Tuparev. Jangan sampai citra Bupati rusak hanya karena satu ruas jalan,” pungkas Askun. (Gobank)

Pos terkait