Bekasi Darurat Banjir: Luapan Kali CBL Rendam Beberapa Perumahan, Warga Menanti Bantuan Logistik

Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja

BEKASI – Bencana banjir hebat kembali mengepung wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Akibat luapan Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL), ribuan rumah di Desa Sukamekar dan Desa Srimukti terendam air dengan ketinggian mencapai 2 meter. Hingga Jumat (23/1/2026), ribuan warga terpaksa mengungsi dan sangat membutuhkan bantuan logistik darurat.

Evakuasi Dramatis di Perumahan Subsidi

Kondisi mencekam terlihat di Perumahan Nebraska dan Green Lavender, Desa Sukamekar. Sekretaris Desa Sukamekar, Taufik, melaporkan bahwa proses evakuasi balita dan lansia dilakukan menggunakan perahu karet karena akses jalan yang sudah tidak bisa dilalui kendaraan.

Bacaan Lainnya
banner 728x250

“Ketinggian air saat ini masih tertahan di angka 150 sentimeter. Sebelumnya bahkan sempat menyentuh 200 sentimeter (2 meter) akibat luapan Kali CBL,” ujar Taufik pada Jumat (23/1).

Taufik menambahkan, setidaknya ada tujuh perumahan subsidi di wilayahnya yang terdampak parah. Data sementara menunjukkan sekitar 3.000 keluarga di Desa Sukamekar terdampak langsung oleh bencana ini.

Tanggul Tanah Jebol, Aktivitas Warga Lumpuh

Ketua RT 02 Perumahan Green Lavender, Hendro Fernando, mengungkapkan bahwa banjir di wilayahnya sudah mulai naik sejak Senin (19/1). Menurutnya, sistem drainase yang buruk serta tanggul yang hanya terbuat dari tumpukan tanah liat tidak mampu menahan debit air kiriman.

“Tanggulnya tidak kuat menahan air Kali CBL yang meluap, akhirnya jebol dan lari ke perumahan kami. Saat ini ada 462 kepala keluarga yang mengungsi, termasuk 158 anak-anak dan 14 lansia,” jelas Hendro.

Saat ini, warga mengungsi di berbagai lokasi mandiri, termasuk bangunan kosong milik pengembang, karena tenda darurat dari instansi terkait seperti BNPB dilaporkan belum tiba di lokasi hingga hari keempat.

Kebutuhan Logistik Mendesak

Pemerintah desa maupun pengurus lingkungan setempat kini serentak menyuarakan permohonan bantuan. Kebutuhan yang paling mendesak bagi para pengungsi saat ini meliputi:

  • Makanan siap saji dan mi instan.
  • Obat-obatan.
  • Perlengkapan bayi (Pampers dan susu).
  • Selimut dan air bersih.

“Kami sudah sangat lelah. Tolong segera kirimkan bantuan, terutama makanan siap saji untuk warga yang bertahan di pengungsian,” keluh Taufik.

Solusi Jangka Panjang: Normalisasi dan Sodetan

Menanggapi bencana tahunan ini, Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyatakan bahwa solusi permanen adalah melakukan normalisasi Kali CBL. Hal ini juga telah disampaikan langsung kepada Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, saat meninjau lokasi terdampak di Desa Srimukti.

“Kalau Kali CBL tidak dinormalisasi secara menyeluruh, banjir ini akan terus berulang di Srimukti, Sukamekar, hingga Wanasari,” tegas Asep.

Selain normalisasi, pemerintah daerah tengah mengkaji pembangunan sodetan untuk membagi aliran air dari sungai-sungai kecil agar tidak “mengantre” saat masuk ke Kali CBL. Meskipun terkendala anggaran, proyek penurapan di beberapa titik prioritas seperti Kali Gabus akan terus diperjuangkan.

Hingga berita ini diturunkan, banjir dilaporkan masih merendam 54 titik genangan yang tersebar di 16 kecamatan di seluruh Kabupaten Bekasi. [bisot]

Pos terkait

banner 728x250