Wisata Ikan Sunge Rindu Jadi Alternatif, Gantikan Jembatan Cinta yang Kini Merana

BEKASI, SWATANTRANEWS – Nasib kawasan ekowisata Mangrove Jembatan Cinta di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, kini terkesan “mati suri”. Destinasi yang dulunya populer ini mengalami kemandekan pengembangan dan kerusakan fasilitas, imbas dari polemik pagar laut serta hambatan birokrasi dan perizinan yang tak kunjung usai.

Kondisi terkini terlihat memprihatinkan. Banyak spot wisata dan trek jalan setapak yang rusak, patah, hingga lapuk dimakan usia, termasuk beberapa fasilitas yang dibangun menggunakan dana CSR perusahaan. Padahal sebelumnya, pengelolaan sempat dipegang oleh Pokdarwis hingga Bumdes, namun wacana pengembangan menjadi kawasan wisata bahari terpadu selalu terganjal masalah.

Di tengah kondisi tersebut, hadir alternatif baru yang menjanjikan. Warga setempat bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) mulai mengembangkan destinasi baru bernama Wisata Ikan Sunge Rindu di Kampung Sembilangan, sebagai upaya menghidupkan kembali potensi wisata mangrove yang sempat vakum.

Inisiator kegiatan, Partono atau akrab disapa Bang Tono, menjelaskan bahwa wisata ini akan diresmikan pada tanggal 19 April 2026 mendatang. Konsep yang ditawarkan memadukan keindahan alam hutan bakau dengan aktivitas memancing dan wisata kuliner khas Bekasi.

“Insya Allah peresmiannya nanti pada tanggal 19 April. Kami mencoba memadukan keindahan alam mangrove dengan pengalaman memancing ikan dan kuliner olahan khas Bekasi,” ujar Partono, Jumat (3/4/2026).

Saat ini, persiapan terus dilakukan, mulai dari pembangunan lapak kuliner hingga perbaikan akses jalan. Partono juga mengungkapkan akan menghadirkan sejumlah artis ternama untuk memeriahkan acara pembukaan nanti.

“Yang terpenting kami akan melibatkan semua elemen agar mendapat dukungan, karena sepenuhnya ini untuk memaksimalkan manfaatnya bagi ekonomi masyarakat lokal,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, akses menuju lokasi dapat ditempuh menggunakan perahu wisata yang berangkat dari area Jembatan Cinta dengan tarif sekitar Rp 20.000 per orang (pulang pergi).

“Dijamin pengunjung akan menikmati pengalaman berperahu melintasi laut dangkal dan sungai hutan mangrove,” pungkasnya.
(red/bobi)

Pos terkait