Rekam Jejak dan Profil Bakal Calon Kades Kedung Jaya, H. Jayasan

Babelan Bekasi – Kontestasi pemilihan Kepala Desa di wilayah Kecamatan Babelan mulai memunculkan sosok-sosok yang memiliki akar kuat di birokrasi pemerintahan desa.

Salah satu figur yang menarik perhatian adalah H. Jayasan Bin H.M. Siban, yang kini resmi mencatatkan namanya sebagai Bakal Calon (Balon) Kepala Desa Kedung Jaya. Kehadirannya dalam bursa pemilihan ini membawa narasi tentang pengalaman panjang dan dedikasi yang telah terpupuk selama puluhan tahun di lingkungan pemerintahan desa.

Bacaan Lainnya
banner 728x250

Latar belakang keluarga H. Jayasan tidak bisa dilepaskan dari sejarah kepemimpinan di wilayah tersebut. Ia merupakan putra dari H.M. Siban, seorang tokoh yang dikenal luas sebagai mantan Kepala Desa Kedung Pengawas dengan masa jabatan yang cukup panjang, yakni dari tahun 1957 hingga 1984.

Garis keturunan ini tampaknya menjadi salah satu faktor yang membentuk kedekatan H. Jayasan dengan dunia birokrasi sejak usia muda. Tercatat, keterlibatannya dalam tata kelola pemerintahan desa sudah dimulai sejak sekitar 41 tahun yang lalu, sebuah durasi yang memberikan pemahaman mendalam mengenai dinamika sosial dan administratif di tingkat desa.

Menilik rekam jejak kariernya, H. Jayasan telah melewati berbagai transisi jabatan yang beragam. Langkah awalnya di pemerintahan dimulai pada tahun 1989 saat ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan di Desa Kedung Pengawas hingga tahun 2001.

Setelah belasan tahun mengabdi di posisi tersebut, ia kemudian melebarkan pengalamannya dengan bergabung dalam Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kedung Jaya pada periode 2001 hingga 2006. Peran di legislatif desa ini memberinya sudut pandang berbeda dalam mengawasi dan merencanakan kebijakan desa.

Karier administratifnya berlanjut ke posisi yang lebih strategis saat ia menjabat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Kedung Jaya selama enam tahun, yakni dari 2006 hingga 2012. Sebagai Sekdes, ia menjadi titik sentral pengelolaan administrasi dan penyusunan anggaran desa.

Setelah masa jabatan tersebut berakhir, ia tidak lantas meninggalkan balai desa, melainkan tetap berkontribusi sebagai Kaur Pemerintahan hingga tahun 2018, dan kemudian beralih mengemban amanah sebagai Kaur Keuangan Desa Kedung Jaya untuk periode 2018 hingga 2026.

Aspek pendidikan juga menjadi fondasi penting dalam perjalanan hidupnya. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di lingkungan Babelan dan Bekasi, H. Jayasan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dengan fokus pada tata kelola negara.

Ia tercatat pernah menimba ilmu di Akademi Pembangunan Desa serta Akademi Administrasi Pembangunan pada pertengahan era 80-an. Semangat akademisnya terus berlanjut hingga ia menempuh studi di STISIP dan akhirnya mendalami jurusan Administrasi Negara di FISIPOL UNISMA. Latar belakang pendidikan ini memberikan basis teoretis yang kuat dalam menjalankan fungsi-fungsi pelayanan publik yang selama ini ia tekuni secara praktis.

Kini, dengan bekal pengalaman panjang dari tingkat staf hingga posisi pimpinan administratif, H. Jayasan membawa visi yang ia sebut sebagai komitmen tiga pilar bagi masyarakat Kedung Jaya. Visi tersebut mencakup upaya untuk “Mengenyangkan, Menyehatkan, dan Mencerdaskan” warga desa. 

Baginya, ketiga hal ini adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Ia memiliki keyakinan sederhana namun fundamental bahwa pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup akan menjadi pintu masuk bagi terciptanya masyarakat yang sehat, yang pada akhirnya akan mampu menyerap pendidikan dengan baik demi melahirkan generasi yang cerdas.

Dengan pengalaman dan visi tersebut, H. Jayasan kini bersiap mengikuti tahapan demokrasi di tingkat desa. [Sinta/Bisot]

Pos terkait

banner 728x250