CIKARANG, SWATANTRANEW – Pernyataan sikap Resmi Asosiasi Pedagang Cikarang (ASPEC). secara tegas menyatakan persetujuan dan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam mengoptimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sikap ini diambil menyusul instruksi yang disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Carwinda, agar program ini berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi ekonomi masyarakat.
Dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Aula KH. Noer Alie pada Kamis (7/5/2026), Carwinda telah memerintahkan seluruh jajaran Satuan Tugas (Satgas), mulai dari tingkat Kabupaten hingga Desa, untuk segera bergerak aktif mengawal proses distribusi serta memastikan program MBG benar-benar menyentuh dan menggerakkan roda ekonomi kerakyatan.
Merespons arahan tersebut, Ketua Umum ASPEC, Sulaiman, menyampaikan empat poin pernyataan sikap resmi organisasi yang mewakili ribuan pedagang di wilayah Cikarang, sebagai berikut:
1. Sepakat Penuh dengan Instruksi Pemerintah
“Kami sepakat 100% dengan instruksi Bapak Plh. Sekda Carwinda. Program MBG ini harus dikawal dengan ketat agar tepat sasaran, dan yang paling penting, bahan baku yang digunakan wajib bersumber dari masyarakat desa dan kecamatan setempat. Hal ini sejalan dengan perjuangan utama ASPEC, yaitu memastikan ekonomi kerakyatan harus maju dan diutamakan,” tegas Sulaiman.
2. Pasar Siap Menjadi Pemasok Utama
“Lebih dari 1.000 pedagang yang tergabung di Pasar Baru Cikarang siap menjadi pemasok kebutuhan pokok berupa sayur-mayur, telur, beras, hingga lauk-pauk untuk dapur Sentra Penyediaan dan Pengolahan Gizi (SPPG). Syarat kami hanya satu: proses pengadaannya harus transparan, tidak boleh ada praktik monopoli, dan pembayaran dilakukan tepat waktu tanpa keterlambatan. Ini adalah peluang besar dan solusi nyata bagi kebangkitan ekonomi para pedagang pasca-pandemi.”
3. Siap Mengawal Bersama dan Mencegah Penyimpangan
“ASPEC siap menjadi mitra strategis Satgas di lapangan. Kami akan turut membantu mengawasi jalannya program agar bahan baku untuk MBG tidak justru dibeli dari kartel atau pemasok luar daerah, melainkan murni dari petani dan pedagang lokal Kabupaten Bekasi. Jangan sampai program yang sangat bagus ini gagal atau kehilangan manfaatnya hanya karena kesalahan dalam penyaluran atau distribusi.”
4. Dukungan Penuh Terhadap Penurunan Angka Stunting
“Kami sangat mengapresiasi target Pemkab Bekasi yang berkomitmen menurunkan angka stunting hingga di bawah 10% pada tahun 2025. Anak-anak para pedagang di pasar juga berhak mendapatkan asupan gizi yang baik. Logikanya sederhana: jika program MBG berjalan benar dan lancar, anak-anak kita akan tumbuh sehat, dan secara otomatis aktivitas perdagangan di pasar pun akan semakin ramai dan hidup kembali.”
Lebih lanjut, Sulaiman juga berharap agar arahan tegas dari Plh. Sekda Carwinda mengenai “tidak ada kecamatan yang boleh lambat” dalam pelaksanaan program, benar-benar diterapkan di seluruh wilayah. Khususnya di wilayah Cikarang Utara, ia mendesak agar posko pengawasan MBG segera dibentuk dan melibatkan unsur perwakilan pedagang di dalamnya.
“Prinsip ASPEC sangat jelas: Kami akan selalu mendukung Pemerintah selama kebijakannya berpihak pada rakyat. Namun, kami juga akan melawan tegas jika ada oknum yang berusaha menyelewengkan aset atau hak-hak rakyat. Untuk urusan MBG ini, kami angkat jempol untuk langkah Bapak Carwinda. Sekarang tinggal bagaimana eksekusi di lapangan berjalan sesuai harapan kita semua,” tutup Sulaiman mengakhiri pernyataannya. (Mahfud)







