BEKASI SWATANTRANEWS – Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha, Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Bekasi menggelar kegiatan pelatihan penyembelihan hewan kurban di Masjid Jami Zam Zam, Desa Kebalen, Kecamatan Babelan, pada Sabtu (15/6/2024). Kegiatan ini dihadiri para juru sembelih dan masyarakat sekitar sebagai bentuk persiapan matang demi menjaga kualitas dan kehalalan daging kurban yang akan dibagikan nantinya.
Pelatihan ini menghadirkan materi lengkap yang menggabungkan antara pemahaman syariat agama dan keterampilan teknis. Dalam sesi pemaparan, disampaikan empat poin utama yang wajib dipahami dan diterapkan oleh setiap juru sembelih.

Poin pertama membahas mengenai rukun penyembelihan yang terdiri dari empat unsur pokok, yaitu pekerjaan menyembelih itu sendiri, pelaksana, hewan yang disembelih, dan alat yang digunakan. Ditekankan pula bahwa seorang Juleha haruslah beragama Islam, taat beribadah, serta memahami sepenuhnya aturan dan ketentuan dalam syariat Islam terkait penyembelihan hewan.

Poin kedua menyoroti aspek keselamatan kerja dan kebersihan lingkungan. Setiap pelaksana diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap berupa sepatu bot berpelindung, sarung tangan baja, celemek pelindung, serta kacamata. Selain itu, ketersediaan kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) menjadi syarat wajib, begitu pula dengan menjaga kebersihan diri, kebersihan alat kerja, dan kebersihan lingkungan tempat penyembelihan berlangsung.
Selanjutnya, materi ketiga berfokus pada teknik mengasah pisau. Peserta diajarkan bahwa kegiatan mengasah pisau bukan sekadar proses menajamkan besi, melainkan bagian dari tanggung jawab besar untuk menjaga kehalalan hasil penyembelihan sekaligus upaya meminimalkan rasa sakit yang dirasakan oleh hewan. Materi ini mencakup penjelasan teori, pengenalan jenis pisau yang sesuai, teknik pengasahan yang benar, hingga sesi praktik langsung.
Sebagai langkah modernisasi dan penjaminan mutu, poin keempat memperkenalkan penerapan teknologi pendukung. Dalam pelatihan ini, hasil asahan pisau diperiksa secara teliti menggunakan mikroskop otomatis dan alat ukur ketajaman digital. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketajaman pisau memenuhi standar baik dari sisi syariat maupun standar teknis yang berlaku.
Kegiatan pelatihan ini bertujuan utama untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga memastikan seluruh proses penyembelihan berjalan sesuai aturan syariat Islam, sehingga daging kurban yang dihasilkan benar-benar halal, berkualitas, dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas. (Bobi)







