BEKASI, SWATANTRANEWS – Pelayanan pengelolaan kebersihan dari UPTD Pengelolaan Persampahan Wilayah I Kecamatan Babelan menuai keluhan warga karena dinilai belum berjalan maksimal. Hal ini terlihat dari menumpuknya sampah di saluran Kali Kopeng, tepatnya di wilayah RT 02 RW 01, Desa Kedung Pengawas. Minggu (5/7/2026)
Ol
Oplus_131074

Berdasarkan keterangan warga, penumpukan itu bermula saat petugas membersihkan saluran air di wilayah RT 023 RW 003, Desa Babelan Kota. Sampah hasil pembersihan tersebut diduga tidak diangkut dengan benar, sehingga terbawa arus dan menumpuk di wilayah Desa Kedung Pengawas. Warga menegaskan, tumpukan sampah yang sudah masuk ke wilayah mereka tidak lagi dibersihkan oleh petugas UPTD.
Kondisi ini membuat warga mempertanyakan pola penanganan yang dinilai belum menyeluruh dan dikhawatirkan merusak kebersihan lingkungan sekitar.
Salah satu warga Desa Kedung Pengawas, Atin, menyayangkan kejadian tersebut. Ia menilai kurangnya pengawasan membuat hasil pekerjaan tidak maksimal, bahkan menduga ada unsur kesengajaan dalam pelaksanaan pembersihan itu.
“Saya warga Desa Kedung Pengawas menilai pekerjaannya kurang maksimal dan kurangnya pengawasan dari pihak terkait. Saya berharap harus ada tindakan nyata dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi maupun dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pihak berwenang lainnya untuk memperbaiki penanganan ini, lantaran kami menduga ada unsur kesengajaan dalam hal pembersihan sampah yang dilakukan,” ujar Atin, Minggu.
Warga meminta instansi terkait segera mengevaluasi sistem penanganan sampah di kawasan itu. Mereka menekankan agar pekerjaan tidak sekadar memindahkan tumpukan sampah dari satu tempat ke tempat lain, melainkan benar-benar menyelesaikan masalah kebersihan secara tuntas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak UPTD Pengelolaan Persampahan Wilayah I maupun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi terkait keluhan warga tersebut. [Bobi]







