Atasi Persoalan Sampah, DLH Kab. Bekasi Gandeng PT. Asiana dan Danantara

Kabupaten Bekasi, Swatantranews.com

Persoalan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Burangkeng, kini mendapatkan perhatian khusus Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi. Khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Hal itu diungkapkan oleh Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan kepada Swatantranews.com di ruang kerjanya. Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, Komplek Perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi Kecamatan Cikarang Pusat. Senin (03/08).

Humas DLH, Dedi Kurniawan

Dipaparkan oleh Dedi Kurniawan, bahwa sejak tahun 2014, TPA Burangkeng sudah dinyatakan over load. Dan sejak itu sudah ada kajian-kajian guna mengatasi sampah yang menumpuk dan pemanfaatan sampah yang sudah ada.

“Alhamdulillah, pada tahun 2026 ini, DLH Kabupaten Bekasi berhasil menggandeng PT. Asiana dan Danantara untuk memanfaatkan sampah yang menumpuk di TPA Burangkeng dan memanfaatkan sampah baru untuk untuk menjadi bahan Pembangkit Listrik.” Ujar Dedi Kurniawan.

Sampah-sampah yang telah menggunung di TPA Burangkeng akan diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar pengganti batu bara bagi industri semen oleh PT. Asiana.

Untuk itu, PT. Asiana menyewa lahan TPA seluas 1 Hektar untuk membangun fasilitas pengolahan sampah dan akan menambang 1000 (seribu) ton perhari sampah yang menggunung menjadi RDF yang akan dipergunakan oleh indocement.

“Ditargetkan pada bulan September 2026, Pengolahan Sampah menjadi RDF telah beroperasi.” Lanjut Jhon, panggilan akrab Humas DLH.

Lebih lanjut Dedi memaparkan untuk sampah baru, DLH Kabupaten Bekasi bekerjasama dengan Danantara akan membangun Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL).

Dalam mewujudkan PSEL, yang merupakan proyek strategis nasional, DLH Kabupaten Bekasi telah menyiapkan 5 (lima) Hektar lahan yang telah dimatangkan, aliran air 1000 kubik untuk proses pendidihan air menjadi uap (boiling) dan sampah baru sebanyak 1000 – 1200 ton perhari dimana sampah yang ada di Kabupaten Bekasi perhari mencapai 2.200 hingga 2.300 ton.

Pembangunan PSEL Kabupaten Bekasi masuk pada tahap 2. Sedangkan TPA Bantar Gebang di Kota Bekasi, TPA Legok Nangka di Kabupaten Bandung serta di salah satu TPA di Bali masuk tahap 2.

“Insya Allah tahun ini kita sudah Ground Breaking Pembangunan PSEL.” Tegas Dedi Kurniawan.

Selain menggandeng PT. Asiana dan PSEL, DLH Kabupaten Bekasi juga terus mendorong masyarakat untuk membangun Bank Sampah.

“Tercatat sudah ada 520 Bank Sampah.” Ungkap Dedi Kurniawan.

Dengan menggandeng PT. Asiana dan menjalankan program strategis nasional, pemerintah daerah Kabupaten Bekasi khususnya DLH dapat menghemat anggaran 125 Milyar per tahun. Selain dari pembukaan lowongan kerja untuk tenaga kerja yang dibutuhkan oleh PT. Asiana dan PSEL.

“Selain itu, kita juga mendapatkan tambahan PAD dari sewa lahan 1 hektar.” Tutup Jhon. (Herli)

Pos terkait