SWATANTRANEWS || BEKASI — PT PLN Nusantara Power UP Muara Tawar menerima kunjungan Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Henry Panjaitan, Jum’at (10/04/2026).
Dalam agenda site visit di Unit Pembangkit PLTGU Muara Tawar, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, Disambut langsung oleh Senior Manager UP Muara Tawar, Harmanto serta didampingi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN Nusantara Power, Teguh Widhi Harsono, Beserta jajaran manajemen PLN Nusantara Power.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan agenda pemaparan profil perusahaan, khususnya operasional PLTGU Muara Tawar, Pemaparan materi perjalanan dan pencapaian PLN Nusantara Power dalam Ekosistem Karbon Indonesia, serta peninjauan langsung ke area pembangkit.
Melalui kunjungan ini, Bank Mandiri memperoleh gambaran komprehensif mengenai kinerja, pengelolaan aset, serta peran strategis PLTGU Muara Tawar dalam sistem kelistrikan Nasional.
” Site visit ini menjadi momentum untuk mempererat kerja sama kedua belah pihak, terutama dalam mendukung pengembangan bisnis dan pembiayaan sektor energi dan diharapkan semakin memperkuat sinergi strategis antara PLN Nusantara Power dan Bank Mandiri kedepannya ” Terang Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Henry Panjaitan.
” Sebagai bagian dari kolaborasi, Bank Mandiri turut berpartisipasi dalam perdagangan karbon yang dikembangkan PLN Nusantara Power ” Lanjut Henry Panjaitan.
Pada tahun 2025, PLN Nusantara Power berhasil menjual 30.000 ton karbon di pasar internasional, Dengan volume pembelian dari Bank Mandiri membeli 5.000 ton. Keberhasilan ini didukung penerapan teknologi combined cycle di PLTGU Muara Tawar yang meningkatkan efisiensi sekaligus menekan emisi, sejalan dengan komitmen dekarbonisasi dan pengembangan energi berkelanjutan.
” PLTGU Muara Tawar pada tahun 2025 berhasil menjual 30.000 ton karbon di Pasar Internasional, Dan Bank mandiri membeli 5.000 ton, Keberhasilan ini didukung tekhnologi Combined Cycle, Penekanan emisi serta peningkatan efesiensi Sejalan dengan komitmen dekarbonisasi dan pengembangan energi berkelanjutan ” tutup nya.
(Nas)








