Terlilit Utang dan Tekanan Hidup, Pria di Babelan Tewas Gantung Diri, Istri Kritis di Rumah Sakit

Oplus_131072

BEKASI, SWATANTRANEWS – Sebuah peristiwa tragis terjadi di kawasan Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (27/5/2026) siang. Seorang pria berinisial AFH (44) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di toko bangunan miliknya. Sementara itu, istri korban ditemukan tergeletak lemah dan kini dalam kondisi kritis serta menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kapolsek Babelan, Kompol Wito, S.H., M.H., beserta anggota langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga sekitar pukul 14.10 WIB. Di tempat kejadian perkara (TKP), petugas melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan tim identifikasi dari Polres Metro Bekasi guna penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh anak korban, Bahisul Firdaus, yang datang ke toko orang tuanya sekitar pukul 13.00 WIB untuk berganti pakaian. Saat tiba, ia mendapati pintu rolling door toko dalam keadaan terbuka. Namun, saat masuk ke dalam, ia terkejut menemukan ayahnya sudah tergantung menggunakan tali tambang di bagian dapur toko, sedangkan ibunya ditemukan tergeletak lemas namun masih bernapas.

“Pelapor segera meminta bantuan warga untuk mengevakuasi ibunya ke RS Ananda Babelan sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Babelan, AKP Syafwardi ZA, S.H.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan sejumlah saksi di lapangan, polisi menduga korban nekat mengakhiri hidupnya akibat tekanan ekonomi yang berat serta persoalan utang pribadi, termasuk pinjaman online. Petugas juga menemukan indikasi bahwa korban kerap mendapatkan tekanan dari pihak penagih utang dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh fakta yang ada terkait peristiwa tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa tekanan ekonomi, beban utang, dan masalah kesehatan mental dapat berdampak fatal jika tidak ditangani dengan tepat. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak memendam masalah sendirian, melainkan segera mencari bantuan dari keluarga, tokoh masyarakat, maupun tenaga profesional saat menghadapi tekanan hidup yang berat.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan lebih bijak dalam memanfaatkan layanan pinjaman daring serta menghindari utang yang melebihi kemampuan finansial masing-masing.

Hingga kini, jenazah korban masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk proses hukum selanjutnya, sementara sang istri terus mendapatkan penanganan medis di RS Ananda Babelan. (Bobi)

Pos terkait