KAB. BEKASI SWATANTRANEWS ~ Program unggulan pemerintah berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan siswa sekolah dasar, hingga saat ini belum dapat dinikmati oleh warga belajar di SDN Negeri 02 Karangmukti, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi. Padahal, keberadaan program ini dinilai sangat dibutuhkan mengingat kondisi ekonomi sebagian besar warga masyarakat di lingkungan sekolah tersebut.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SDN Negeri 02 Karangmukti, Nurul Khasanah, S.Pd., M.M.Pd., saat memberikan keterangan kepada awak media pada Kamis (23/4/2026). Menurutnya, sekolah yang dipimpinnya sudah menantikan kehadiran program tersebut, namun hingga saat ini belum ada kepastian kapan akan dilaksanakan.
“Sampai hari ini, kami di SDN 02 Karangmukti masih belum mendapatkan penyaluran Makan Bergizi Gratis tersebut. Padahal program ini sangat kami harapkan dan sangat dibutuhkan sekali di sini,” ujar Nurul.
Ia menjelaskan bahwa upaya untuk memasukkan sekolahnya ke dalam daftar penerima manfaat program tersebut sudah dilakukan, bahkan mendapatkan dukungan dari aparat keamanan setempat. “Pihak Babinsa juga sempat berkunjung ke sekolah dan turut berusaha agar SDN 02 Karangmukti dapat mendapatkan program ini, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut yang nyata. Selain itu, dapur umum yang dibangun di wilayah Karangmukti juga masih dalam proses pembangunan dan belum ada kejelasan kapan akan beroperasi sepenuhnya,” tambahnya.
Kepala sekolah itu juga menceritakan pengalaman ketika ada tim pelaksana program dari wilayah Kedungwaringin yang sempat datang ke sekolahnya. Namun, karena sedang ada rapat di luar lokasi, ia sempat meminta komite sekolah untuk menindaklanjuti kunjungan tersebut. Ternyata, tim tersebut menyampaikan bahwa penyaluran layanan masih menunggu kesiapan dan jadwal yang diatur secara terpusat untuk wilayah Karangmukti.
Nurul menegaskan bahwa kebutuhan akan program ini di sekolahnya sangat mendesak. Hal ini didasarkan pada kondisi sosial ekonomi warga sekitar yang sebagian besar masih berpenghasilan rendah. Bahkan, banyak di antara orang tua siswa yang bekerja sebagai pemulung atau pekerja rongsok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kondisi ekonomi masyarakat kami masih tergolong di bawah. Banyak orang tua siswa yang bekerja sebagai pemulung, sehingga bantuan berupa penyediaan makanan bergizi ini sangat membantu meringankan beban mereka sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk menunjang proses belajar mengajar,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Nurul menyampaikan harapan besar kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Ia berharap agar SDN Negeri 02 Karangmukti segera dimasukkan dalam daftar penerima manfaat, sebagaimana yang telah dinikmati oleh sejumlah sekolah lain di wilayah sekitar.
“Saya berharap kepada seluruh pihak yang berkepentingan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan program ini, kiranya dapat mempercepat prosesnya. Kami berharap SDN Negeri 02 Karangmukti yang hingga kini belum mendapatkan kesempatan, segera dapat menikmati program yang sama seperti sekolah-sekolah lainnya,” pungkasnya. (Gobank)








