Bunda PAUD Kabupaten Bekasi Buka Konferensi IGTKI-PGRI 2026, Tegaskan PAUD sebagai Investasi Strategis Menuju Generasi Emas 2045

 

CIKARANG SELATAN  ( SwatantraNews)- Semangat membangun masa depan generasi penerus bangsa mewarnai pelaksanaan Konferensi IGTKI-PGRI Kabupaten Bekasi Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Universitas Pelita Bangsa, Cikarang Selatan, Selasa (23/6).

Kegiatan yang mempertemukan para pendidik taman kanak-kanak dari berbagai wilayah di Kabupaten Bekasi itu dibuka langsung oleh Nia Yuniawati Asep selaku Bunda PAUD Kabupaten Bekasi.

Konferensi tersebut tidak hanya menjadi ajang evaluasi kepengurusan organisasi, tetapi juga momentum penting untuk memilih pengurus baru IGTKI-PGRI Kabupaten Bekasi Masa Bakti 2026–2031 sekaligus merumuskan langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Bekasi.

Dalam sambutannya, Nia Yuniawati Asep menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pengurus dan guru taman kanak-kanak yang selama ini telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mendidik dan membentuk karakter anak-anak sejak usia dini. Menurutnya, peran guru TK tidak sekadar mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, kemandirian, kreativitas, serta kecintaan terhadap proses belajar.

“Guru TK adalah garda terdepan dalam membentuk fondasi karakter anak. Dari ruang-ruang kelas taman kanak-kanak inilah masa depan bangsa mulai dibangun,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan tahapan yang sangat menentukan dalam perjalanan hidup seorang anak. Oleh karena itu, keberadaan guru dan lembaga pendidikan TK harus mendapatkan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan.

Menurut Nia, anak-anak yang saat ini duduk di bangku taman kanak-kanak merupakan bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045 yang kelak akan menjadi pemimpin, inovator, dan penggerak pembangunan bangsa. Karena itu, investasi pada pendidikan anak usia dini tidak boleh dipandang sebagai program jangka pendek, melainkan sebagai investasi strategis yang hasilnya akan dirasakan puluhan tahun mendatang.

“Anak-anak yang kita didik hari ini adalah penentu wajah Indonesia pada tahun 2045. Kualitas mereka akan sangat bergantung pada bagaimana kita memberikan layanan pendidikan terbaik sejak usia dini,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem pendidikan anak usia dini yang berkualitas. Pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi profesi seperti IGTKI-PGRI, serta keluarga, menurutnya, harus berjalan beriringan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Konferensi IGTKI-PGRI Kabupaten Bekasi Tahun 2026 pun diharapkan menjadi momentum lahirnya gagasan-gagasan baru dan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin adaptif terhadap tantangan zaman. Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme, para guru TK di Kabupaten Bekasi diharapkan terus menjadi motor penggerak dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

Melalui forum ini, komitmen untuk memperkuat pendidikan anak usia dini kembali ditegaskan: bahwa membangun Indonesia yang maju harus dimulai dari investasi terbaik pada anak-anak sejak usia emas mereka.( herli)

Pos terkait