BABELAN, SWATANTRANEWS ~ Pemerintahan Kecamatan Babelan menggelar Pembinaan Perangkat Desa Tahun 2026 dengan tema “Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Kinerja Aparatur Pemerintah Desa se-Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi”. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Babelan, Kamis (20/8/2026).
Hadir dalam acara tersebut Asep Edwin, Kasipem Kecamatan Babelan, Sekretaris Desa, Kaur Pemerintahan Desa, serta Kepala Dusun se-Kecamatan Babelan. Pembinaan ini berpedoman pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagai landasan utama penyelenggaraan pemerintahan desa.
Asep Edwin menyampaikan bahwa tujuan utama pertemuan ini adalah menegaskan pemahaman tugas dan fungsi perangkat desa, khususnya di desa-desa yang sedang melaksanakan tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
“Kami tekankan agar aparat desa dapat menjaga netralitas dalam kontestasi Pilkades, sekaligus memahami dengan jelas tugas, fungsi, serta mekanisme penyampaian laporan kinerja,” ujar Asep Edwin.
Selain itu, Asep Edwin juga menyoroti ketertiban administrasi dan inventarisasi aset desa, baik bergerak maupun tidak bergerak, terutama aset pertanahan. Hal ini menyusul adanya indikasi tanah kas desa yang diduga dimanfaatkan untuk kepentingan kampanye.
“Kami telah berkali-kali menekankan, bahkan sudah mengirimkan surat agar administrasi dan inventarisasi aset desa tertib. Terkait temuan-temuan penyimpangan, kami akan terus melakukan evaluasi dan pemantauan, serta melaporkannya ke Pemerintah Kabupaten melalui Dinas BNPD sebagai leading sector,” tegasnya.
“Harapan kami, desa-desa ini semakin maju dan lebih baik dalam tata kelola pemerintahan, administrasi, pembangunan, hingga bidang sosial kemasyarakatan,” pungkas Asep Edwin.
Sementara itu, Kasi Pemerintahan Desa Kedung Jaya, Jaheni Suteja, menyatakan bimbingan teknis ini menjadi upaya peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan aparatur desa kepada masyarakat.
“Meskipun sudah memasuki masa injury time, kami berharap pelayanan kepada masyarakat tetap ditingkatkan dan berjalan sesuai SOP yang berlaku,” ujar Jaheni.
Ia juga mengingatkan agar aparatur desa tetap menjaga soliditas dan profesionalitas, terlebih di tengah tahapan Pilkades yang dinilai rentan menimbulkan perpecahan di masyarakat.
“Siapa pun yang nantinya terpilih menjadi kepala desa, kami berharap beliau adalah putra terbaik yang mampu memberikan yang terbaik bagi kemajuan desanya masing-masing,” tutup Jaheni. (Sinta)







