Atasi kekeringan, PMI Kabupaten Bekasi bangun instalasi pengolahan air bersih

Kabupaten Bekasi, Swatantranews

Ditengah musim kemarau panjang yang melanda sebagai akibat dari El Nino. Banyak daerah di Kabupaten Bekasi yang mengalami kekeringan, tidak memiliki sumber air bersih.

Bacaan Lainnya
banner 728x250

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, memberikan tugas kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan.

“Alhamdulillah, berdasarkan SK tersebut, PMI Kabupaten Bekasi telah menyalurkan sebanyak 2, 5 juta liter air sejak dari Bulan Juli hingga hari ini (28 September 2026).” Ungkap Ahmad Kosasih, Ketua PMI Kabupaten Bekasi di ruang kerjanya.

Dipaparkan oleh Ahmad Kosasih, sebelumnya kami (PMI dan BPBD) menggunakan PDAM Tirta Bhagasasi untuk mendapatkan air bersih yang disalurkan kepada masyarakat. Namun karena pertimbangan mengganggu distribusi air bersih kepada pelanggan PDAM, kami hentikan mendapatkan air bersih dari PDAM.

Dengan bantuan PMI Pusat dan PMI Jawa Barat, PMI Kabupaten Bekasi mendapatkan bantuan dari IFRC (International Federation Red Cross), ICRC (International Comitee Red Cross) Australia Red Cross, China Red Cross, Japan Red Cross dan lain-lain. PMI Kabupaten Bekasi membangun instalasi pengolahan air bersih di desa Sirna Jaya, Kecamatan Serang Baru.

“Pasokan air kami dapatkan dari telaga yang terbentuk dari bekas galian pasir.” Lanjut Ahmad Kosasih.

Lebih lanjut Ahmad Kosasih memaparkan, telaga bekas galian tersebut terbebas dari limbah rumah tangga karena jauh dari pemukiman dan ada mata air alami.

“Sehingga air yang didapat sangat layak konsumsi dengan PH 7,6.” Ujar Ahmad Kosasih.

Selain menyalurkan air bersih, PMI Kabupaten Bekasi juga menyalurkan ember, diregen, torn ukuran 1.000 liter dan torn ukuran 5.000 liter.

Begitupun dengan truck tanki air, kendaraan yang dimiliki PMI Kabupaten Bekasi seperti mobil engkel dan grand max dimodifikasi guna membawa air bersih ke lokasi terdampak yang tidak bisa dilalui oleh truck tanki air.

Dengan sangat panjangnya musim kemarau yang melanda Kabupaten Bekasi. Dampak kekeringan telah melanda 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi. Sehingga terjadi pembagian tugas penyaluran air bersih kepada masyarakat. PMI Kabupaten Bekasi menyalurkan air bersih kepada masyarakat di wilayah selatan sedangkan BPBD Kabupaten Bekasi menyalurkan air bersih di wilayah utara.

“Dengan bantuan air bersih secara berkesinambungan, masyarakat Kabupaten Bekasi merasakan kehadiran pemerintah dalam mengatasi persoalan air bersih.” Ahmad Kosasih dengan rasa bahagia.

Karena keterbatasan biaya operasional, pengolahan air bersih milik PMI Kabupaten Bekasi yang didirikan sejak awal September, akan dibongkar kembali pada tanggal 03 Oktober 2026.

“Kami berharap, bulan Oktober nanti, dampak El Nino sudah berakhir dan Kabupaten Bekasi mulai mendapatkan curah hujan.” Harap Ahmad Kosasih, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Bekasi.

Sekalipun demikian, PMI Kabupaten Bekasi bersama BPBD Kabupaten Bekasi akan selalu siap menyalurkan air bersih kepada masyarakat apabila hujan belum terjadi diwilayah Kabupaten Bekasi.

“Hanya untuk berikutnya, kembali bekerja sama dengan PDAM Tirta Bhagasasi.” Ungkap Ahmad Kosasih.

Begitupun dengan pemasangan kembali intalasi air bersih milik PMI. Akan dipasang kembali apabila memang sangat dibutuhkan.

“Dengan teknologi pengolahan dari, Swiss, Perancis dan Jerman. Pengolahan air bersih dapat di bongkar pasang dalam tempo 2 jam.” Tutup ketua PMI Kabupaten Bekasi, Ahmad Kosasih. (Herli).

Instalasi Air Bersih

Pos terkait