Kabupaten Bekasi, Swatantranews.com
Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman dan nyaman. Bebas dari bahaya perundungan, kekerasan dan narkotika.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) pemerintah daerah Kabupaten Bekasi. Melakukan sosialisai bahaya perundungan, kekerasan dan narkoba ke sekolah-sekolah.
Untuk kali ini, sosialisasi dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 (lima) Kecamatan Babelan. Yang berada dilingkungan perumahan Villa Gading Harapan Desa Kedaung Kecamatan Babelan.
Kepala sekolah SMPN Babelan, Nurul Yakin, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada DP3A yang telah berkenan melakukan sosialisasi dilingkungan sekolahnya.
Menurutnya, walaupun belum ada kasus yang menimpa seluruh civitas akademika SMPN 5 Babelan. Memberikan pemahaman sejak dini atas perlakuan perundungan, kekerasan dan narkoba akan memberikan dampak positif bagi para siswa.
Beserta jajaran guru SMPN 5, kerap melakukan razia kepada para siswanya. Bahkan guru BK senantiasa memberikan konseling serta pemahaman untuk tidak melakuan perundungan, kekerasan maupun narkoba.
Senada dengan kepala sekolah SMPN 5, Sekretaris Dinas DP3A, Hj. Titin Fatimah, mengingatkan para siswa untuk giat belajar dan tidak banyak melakukan hal – hal yang tidak perlu diluar jam pelajaran sekolah.
“Kadang, masuknya tindakan penggunaan narkoba, perundungan maupun kekerasan berawal dari seringnya nongkrong-nongkrong diluar pelajaran sekolah. Dan akhirnya terbawa ke lingkungan sekolah.” Ujar Hj. Titin Fatimah.
“Contoh yang paling mudah perundungan adalah saling mengejek. Yang akhirnya timbul kekerasan (perkelahian-red).” Lanjut Sekdin DP3A.
Dipaparkan oleh Hj. Titin Fatimah, jika terjadi perundungan, kekerasan bahkan kekerasan kepada anak. DP3A sudah memiliki petugas-petugas disetiap kecamatan yang menerima laporan-laporan tersebut dan menindak lanjutinya dengan memberikan perlindungan kepada korban perundungan ataupun kekerasan.
“DP3A telah membentuk Komisi Perlindungan Anak dan telah bekerjama dengan kepolisan resort bekasi dalam memberikan perlindungan dan bimbingan psikologis.” Ungkap Hj. Titin Fatimah.
Dirinya mengingatkan para siswa untuk terus belajar dan melakukan hal-hal yang positif guna menggapai cita-cita serta mengurangi melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat. Seperti nongkrong-nongkrong dipinggir jalan atau dikedai-kedai. Apalagi ikut-ikutan dengan membuat geng-geng yang bersifat negative.
Giat yang dikemas dalam edukasi inter aktif dengan siswa, mengusung tema ” Psiko Edukasi / Kelas Parenting, SEKOLAH KEREN TANPA KEKERASAN “. Diikuti oleh siswa kelas 9 (sembilan), para guru SMPN 5 dan jajaran DP3A dari tingkat Desa hingga dinas DP3A. (Herli).









