Kabupaten Bekasi, swatantranews – Puluhan petani Wilayah Utara penggerak Gotong Royong (PGR) yang di komandoi oleh Muhamad Fauzi. Ustadz Jejen. Kades Suka Budi. biasa di sapa lurah Pitung cek proyek normalisasi dan pintu air.
BSH 0. Hingga BSH 34. Kali Sreseng Hilir pada Kamis 30-10-2025.

Kegiatan proyek normalisasi yang dikerjakan oleh PT. Basuki Rahmanta Putra (BRP). terhitung mulai dari 13 mai 2025. berakhir masa pekerjaan sampai dengan 18 Desember 2025.
Mari kita cek. Kita monitoring terus pekerjaan nya bersama-sama jangan sampai terbengkalai atau dari pihak pelaksana mengerjakan semaunya gue dalam segi pekerjaan nya. dari normalisasi. mengerjakan rehab pintu air. pembuatan TPT. Dan lainya.Sekarang saja sudah kita lihat. waktu sudah mau habis. baru empat pintu air yang baru di kerjakan.

Maka dari team PGR. Jangan bosan-bosan untuk memantau pekerjaan tersebut dari hulu hingga hilir. Karena proyek tersebut yang anggaran nya mencapai puluhan miliar itu uang kita uang rakyat uang para petani juga.
Perlu diingat juga sama kawan-kawan itu proyek hasil perjuangan kita semua para petani. Dari tahun 2021 terealisasi ditahun ini tahun 2025. anggaran nya bukan digelontorkan dari pemkab. Atau provinsi melainkan dari pusat. Saat kita bersama-sama datang Ke Kementrian Alhamdulillah dianggarkan oleh pak Mentri untuk normalisasi kali Srengseng Hilir. ujar ketua PGR. Muhammad Fauzi. saat diskusi di lokasi pintu air BSH 34.
Ditempat yang sama. Salah satu warga sekitar lokasi BSH 34. Tepat nya di kp penombo desa pantai harapan jaya. Mengungkapkan. Kami meminta pertanggung jawaban kepada pihak pelaksana proyek. Soal jalan yang rusak sepanjang 30 meter dan tumpukan tanah yang asal taro sepanjang 70 meter di jalan lingkungan tersebut. disebabkan oleh alat berat milik PT BRP. yang pada saat itu mengerjakan kali penombo. atau hilir nya kali Srengseng. Ungkapnya.
Icang cah gondrong. perwakilan dari pihak BRP. team lapangan. Mengatakan memang benar pekerjaan yang seharusnya dari hulu ke hilir. Tetapi faktanya berbeda pekerjaan Normalisasi dimulai dari hilir tepatnya di kp penombo desa phj. Yang seharusnya mulai pekerjaan dari hulu. Dibulan Mei diakibatkan terhalang bangunan liar (Bangli) di hulu.
“Nah sekarang kami konsentrasi dari BSH 1. Sampai BSH 9. Itu harus steril. Lanjut sampai ke BSH 5. Dalam Minggu ini akan selesai dalam penampangan dan penanggulan akan tetapi untuk pengangkatan Sedimen gak akan maksimal karena kedalaman nya 4 sampai 5 meter. Alat berat susah buat Loding untuk pengangkatan Sedimen. Kami sulit bekerja Kendala dengan Bangli-bangli tersebut.
Untuk Bangli yang masih berdiri tegak di BSH 9 sampai BSH 5.
Satu. Sukaindah. Sukakerta. Sukaringin dan jayabakti. Untuk jayabakti baru 60 persen. Sukaringin sukakerta 50 persen.
Jadi tingkat kesulitan kami dalam tahap mengerjakan kegiatan Normalisasi kali Srengseng hilir. Kendala Bangli Ada di desa-desa tersebut. Apalagi Bangli Yanga ada di hulu. Apalagi Bangli. Sepanjang jalan dari Cikarang sampai Sukatani masih berdiri tegak. itu saja penyampaian saya mewakili pihak PT BRP.
Untuk jalan yang rusak. maupun tanah yang tidak maksimal atau menumpuk apa yang dikatakan warga. Tolong kirim surat saja. Permohonan perbaikan jalan serahkan kepada saya. Nanti akan saya sampaikan kepada PT BRP. pasti akan di perbaiki. Jelasnya.
( M Hasan)







