BEKASI — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi dari Fraksi Demokrat, Angganita, kembali turun ke konstituennya guna menyerap aspirasi dalam agenda Reses Pertama Tahun Sidang II Masa Persidangan Kedua Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Daerah Pemilihan (Dapil) V ini menjadi momentum krusial bagi warga Kecamatan Babelan, Tarumajaya, dan Muara Gembong untuk menagih janji pembangunan.
Berlokasi di Sekretariat RW 022 Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, pada Rabu (29/4/2026), suasana reses tampak padat dan antusias. Kehadiran Angganita disambut hangat oleh ratusan warga yang ingin menyampaikan keluh kesah mereka secara langsung kepada wakil rakyat yang dikenal vokal tersebut.
Kehadiran Lintas Sektoral: Membawa Solusi ke Tengah Warga
Reses kali ini tidak hanya sekadar ajang dengar pendapat, tetapi juga menjadi jembatan koordinasi antara warga dengan pemangku kebijakan teknis. Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Unit Dukcapil Kecamatan Babelan Muhamad Tarsa, Kepala Bidang Dinas Koperasi Kabupaten Bekasi Robal, serta perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi.
Turut mendampingi, tokoh masyarakat setempat Yusron, Ketua RW 022 Kristin, perwakilan Puskesmas Babelan, hingga para penggerak akar rumput seperti Ketua Posyandu, Ketua Bank Sampah, Ketua UMKM Bahagia, serta kader PKK. Kehadiran para pejabat dinas terkait ini dimaksudkan agar setiap usulan warga bisa langsung mendapatkan respons teknis dari instansi yang berwenang.
Dalam sambutan pembukanya, Angganita menyampaikan rasa syukurnya dapat kembali bertatap muka dengan konstituen di Kelurahan Bahagia. Menurutnya, reses adalah kewajiban konstitusional yang paling hakiki bagi seorang anggota dewan untuk memastikan kebijakan pemerintah daerah selaras dengan kebutuhan di lapangan.
“Alhamdulillah, hari ini saya kembali berada di tengah Bapak dan Ibu sekalian. Reses pertama di tahun 2026 ini bukan sekadar formalitas, melainkan ruang bagi saya untuk membedah kembali apa yang belum tuntas di wilayah Babelan, khususnya di RW 022 ini,” ujar Angganita di hadapan warga yang hadir.
Menyoal Pembangunan yang Tertunda
Sesi dialog menjadi bagian yang paling dinamis. Warga tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyampaikan beragam persoalan klasik namun mendesak. Salah satu isu utama yang mencuat adalah terkait pembangunan sarana olahraga dan perbaikan jalan lingkungan (jaling).
Sejumlah warga mengeluhkan adanya proyek pembangunan yang sebelumnya sudah melalui tahap survei oleh dinas terkait, namun hingga kini realisasinya belum juga terlihat. Padahal, keberadaan fasilitas olahraga dan jalan yang layak sangat dinantikan untuk menunjang aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Menanggapi hal tersebut, Angganita yang kini duduk di Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi—komisi yang membidangi infrastruktur dan pembangunan—memberikan jawaban tegas. Ia berjanji akan melakukan pengecekan ulang (kroscek) ke dinas-dinas terkait untuk mencari tahu titik sumbat yang menyebabkan keterlambatan realisasi tersebut.
“Saya mencatat dengan saksama mengenai usulan sarana olahraga dan jalan lingkungan yang sudah disurvei tapi belum dikerjakan. Ini akan menjadi prioritas saya untuk dikomunikasikan kembali dengan dinas terkait. Aspirasi masyarakat tidak boleh hanya berhenti di atas kertas atau sekadar angka survei, harus ada wujud nyatanya,” tegasnya.
Selain infrastruktur, isu pemberdayaan ekonomi melalui koperasi dan UMKM juga menjadi sorotan. Warga berharap adanya bantuan permodalan dan pelatihan yang lebih intensif guna menghidupkan kembali ekonomi lokal pasca-dinamika ekonomi global yang tidak menentu.
Komitmen di Tengah Efisiensi Anggaran
Kabupaten Bekasi saat ini tengah menghadapi tantangan efisiensi anggaran di berbagai sektor. Namun, Angganita menegaskan bahwa efisiensi bukan berarti mengorbankan kepentingan dasar masyarakat. Sebagai anggota Fraksi Demokrat, ia berkomitmen untuk mengawal agar pos-pos anggaran yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak tetap terjaga.
“Memang saat ini kita sedang dalam masa efisiensi anggaran. Namun, saya tegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang mendesak bagi warga tidak boleh dianaktirikan. Saya akan menjadi garda terdepan untuk memastikan skala prioritas tetap berpihak pada rakyat, khususnya di Dapil V,” tambah srikandi politik Bekasi ini.
Angganita juga memaparkan rekam jejaknya selama periode pertama menjabat. Ia mengeklaim bahwa sekitar 90 persen aspirasi yang ia bawa dalam reses-reses sebelumnya telah berhasil direalisasikan. Capaian ini, menurutnya, menjadi modal kepercayaan bagi masyarakat untuk terus bersinergi dengannya.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang berat. Selama saya masih menjabat, saya tidak akan lelah memperjuangkan hak-hak warga. Saya ingin setiap warga di Babelan, Tarumajaya, dan Muara Gembong merasakan kehadiran pemerintah melalui pembangunan yang merata,” tuturnya yang disambut tepuk tangan riuh.
Figur Perempuan yang Tegas dan Merakyat
Di mata warga, Angganita bukan sekadar politisi, melainkan sosok kakak dan ibu yang mampu merangkul semua kalangan. Sikapnya yang ramah namun tetap berintegritas dan tegas saat berhadapan dengan birokrasi menjadikannya figur perempuan yang disegani di Kabupaten Bekasi.
Ketua RW 022, Kristin, menyampaikan apresiasinya atas konsistensi Angganita yang selalu menyempatkan diri hadir di tengah warga. “Kami merasa memiliki sandaran untuk menyampaikan aspirasi. Ibu Angganita tidak hanya datang saat kampanye, tapi rutin mengawal usulan kami hingga benar-benar tembus ke tingkat kabupaten,” pungkas Kristin.
Acara reses kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan diskusi santai dengan para kader PKK serta pelaku UMKM. Angganita tampak mencatat beberapa poin tambahan terkait kesehatan ibu dan anak yang disampaikan kader Posyandu, menunjukkan bahwa perhatiannya mencakup aspek yang luas, mulai dari fisik bangunan hingga kesejahteraan sosial.
Dengan berakhirnya reses pertama ini, publik kini menanti langkah nyata selanjutnya dari Angganita di gedung parlemen untuk memastikan suara-suara dari pelosok Babelan dan sekitarnya benar-benar terakomodasi dalam APBD Kabupaten Bekasi tahun berjalan. [Shinta/bisot]








