BEKASI SWATANTRANEWS – Warga Kampung Penganson RT 13/01, Desa Sukaringin, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, merasa geram dan sangat resah akibat keberadaan tempat pembuangan sampah liar yang terus meninggi bak gunung. Diduga besar sampah tersebut bukan berasal dari lingkungan sekitar, melainkan dibuang sengaja oleh pihak luar wilayah. Akibatnya, bau tak sedap yang menyengat dan serbuan ribuan lalat hijau kini mengancam langsung kesehatan serta kelangsungan hidup warga.
Kondisi yang sudah berlangsung lama ini kian hari kian memburuk. Tumpukan sampah yang semakin menggunung tidak hanya menimbulkan aroma busuk yang menusuk hidung, tetapi juga memicu ledakan populasi lalat hijau yang beterbangan kemana-mana dan bahkan masuk hingga ke dalam rumah warga. Situasi ini dinilai sangat berbahaya, terutama bagi balita, ibu hamil, serta para petani yang menggantungkan hidup di sekitar lokasi tersebut.

Salah seorang warga setempat, Iwan, mengungkapkan kekhawatirannya mendalam saat diwawancarai pada Minggu (31/5/2026). Ia menyatakan bahwa kondisi ini sudah tak dapat dibiarkan begitu saja karena dampaknya terasa nyata setiap hari.
“Lihatlah sendiri, Bang, sampahnya sudah menumpuk tinggi sekali, lalat hijaunya beterbangan tak terhitung jumlahnya. Di sini kan banyak warga yang tinggal, ada balita dan ibu hamil yang sangat rentan terserang penyakit. Kami benar-benar resah dan terganggu sekali dengan bau tak sedap serta serbuan lalat ini,” keluh Iwan.
Lebih parah lagi, Iwan memastikan bahwa tumpukan sampah tersebut bukanlah limbah rumah tangga yang dihasilkan oleh warga Kampung Penganson sendiri. Ia dan warga lainnya sangat yakin ada pihak dari luar wilayah yang memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat pembuangan ilegal demi meringankan biaya pengelolaan sampah di daerah asalnya.

Gangguan yang ditimbulkan ternyata tak hanya sebatas masalah kesehatan. Keberadaan gunungan sampah liar ini juga mulai berdampak buruk bagi sektor pertanian, yang menjadi tumpuan ekonomi utama warga setempat. Lalat dan berbagai jenis hama yang bersarang di antara tumpukan sampah diduga mulai menyerang tanaman padi milik para petani.
“Coba lihat ke sawah, Bang, lalatnya sangat banyak dan kini sudah jadi hama. Tanaman padi kami menjadi terganggu pertumbuhannya, tidak subur, dan kami khawatir jika dibiarkan terus-menerus bisa gagal panen total. Kerugian materiil yang kami tanggung tak kalah besarnya,” tambah Iwan yang disepakati oleh sejumlah petani lainnya.
Melihat kondisi yang semakin kritis, warga pun meminta perhatian serius dan tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya Dinas Lingkungan Hidup beserta Unit Pelaksana Teknis Dinas terkait. Warga mendesak agar segera dilakukan pengangkutan menyeluruh terhadap tumpukan sampah liar tersebut, sekaligus menindak tegas dan memberikan sanksi berat kepada siapa pun pihak yang kedapatan membuang sampah secara sembarangan.
Jika permohonan ini tidak segera ditindaklanjuti dan masalah tetap dibiarkan, masyarakat dengan tegas menyatakan tidak segan-segan akan menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk perlawanan terakhir.
“Kami memohon agar pemerintah segera menindak tegas pelaku pembuangan liar ini. Jika ke depannya masih ada yang nekat membuang sampah di sini tanpa ada solusi nyata, maka kami warga bersatu hati siap turun ke jalan melakukan unjuk rasa,” tegas Iwan dengan nada penuh ketegasan.
Sampah liar yang berada di tengah pemukiman padat penduduk dan lahan pertanian subur ini nyatanya telah berubah menjadi ancaman ganda, baik bagi kesehatan masyarakat maupun ketahanan pangan warga. Masyarakat berharap pemerintah tidak menutup mata dan segera bertindak sebelum dampak negatifnya meluas serta menimbulkan kerugian yang tak terkira besarnya. (Tim)







