Program GENTA Kelurahan Bahagia Sasar Siswa SMP: Tanamkan Hidup Bersih, Sehat Fisik dan Mental

BABELAN, SWATANTRANEWS – Pemerintah Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, menggelar program Gerakan Anak Tangguh Bahagia (GENTA) sekaligus sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Marakash Square pada Kamis (11/6/2026) dan diikuti sekitar 500 siswa dari SMP Negeri 3 Babelan serta SMP Negeri 4 Babelan.

Acara dihadiri langsung oleh Lurah Bahagia Khoirul Anwar, S.STP., M.Si, Praktisi Perlindungan Anak Henny Adi Hermanu, Kepala Sekolah SMP Negeri 3 dan 4 Babelan, Korwil Pendidikan, unsur Kecamatan Babelan, jajaran perangkat kelurahan, Ketua TPPKK, serta Babinsa setempat.

Lurah Bahagia menyampaikan bahwa GENTA merupakan program berkelanjutan yang sebelumnya telah menyasar jenjang sekolah dasar, dan kini diperluas ke tingkat SMP mengingat siswa mulai memasuki masa peralihan menuju remaja.

“Mereka butuh edukasi menyeluruh soal kebersihan, kesehatan, hingga pembentukan karakter. Bersih dan sehat bukan hanya soal fisik, tapi juga kondisi mental dan pikiran,” tegasnya.

Selain materi PHBS, kegiatan ini juga mencakup pembinaan karakter, pencegahan perundungan (bullying), serta pengembangan potensi siswa di bidang seni, olahraga, dan keterampilan. Pihak kelurahan berkomitmen menjadi wadah pengembangan bakat tersebut, yang nantinya akan diarahkan melalui Dinas Kebudayaan dan Olahraga serta KONI.

Ke depannya, di setiap sekolah akan dibentuk tim GENTA sebagai penggerak kegiatan positif. Pemerintah kelurahan juga terus melakukan pendampingan jika ditemukan kasus perundungan maupun pergaulan bebas. “Kami dampingi secara psikologis dan pastikan pendidikan mereka tetap berjalan, jangan sampai masa depan terhambat,” tambah Khoirul Anwar.

Melalui program Sekarpet Bahagia, kelurahan juga memfasilitasi anak yang putus sekolah agar tetap bisa melanjutkan pendidikan melalui jalur sekolah paket. “Sampai saat ini sudah sekitar 200 orang yang berhasil lulus melalui program ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Praktisi Perlindungan Anak Henny Adi Hermanu menekankan bahwa makna sehat harus mencakup kesehatan fisik sekaligus mental. Ia juga mengingatkan pentingnya memberikan pemahaman yang tepat soal tumbuh kembang dan perlindungan diri sejak dini.

“Edukasi terkait kesehatan reproduksi bukan hal tabu. Jika tidak disampaikan dengan bahasa yang benar sesuai usia, anak justru akan mencari jawaban dari sumber yang belum tentu akurat,” jelasnya.

Suasana kegiatan berjalan interaktif. Para siswa terlihat antusias mengikuti materi dan aktif bertanya, terutama soal pencegahan perundungan dan bahaya pergaulan bebas.

Diharapkan melalui program ini, tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan ramah anak, serta terbentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap mengembangkan potensi terbaiknya. (Sinta)

Pos terkait