CIKARANG UTARA, SWATANTRANEWS ~ Kericuhan terjadi di kawasan samping Pasar Sentra Grosir Cikarang (SGC), Kabupaten Bekasi, pada Senin malam (26/10/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Insiden tersebut diduga melibatkan aksi baku hantam antar pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di badan jalan.
Dari informasi yang dihimpun, keributan dipicu persoalan perebutan lapak berjualan di area samping SGC yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan di Jalan RE Martadinata.
Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Cikarang (ASPEC), Sulaiman, menyayangkan lemahnya penataan PKL di kawasan tersebut.
“Seharusnya dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perdagangan (Disdag) dan Aparat Penegak Hukum (APH) harus tegas dalam penempatan PKL. Jangan dibiarkan liar seperti ini sampai terjadi baku hantam,” tegas Sulaiman kepada wartawan, Selasa (27/10/2026).
Sulaiman menambahkan, kericuhan ini menjadi bukti bahwa persoalan PKL di samping SGC sudah darurat dan butuh solusi permanen, bukan sekadar penertiban sesaat.
“Keributan ini menjadi bukti nyata bahwa masalah penataan pedagang di samping SGC sudah mendesak untuk diselesaikan. Kami tidak ingin ada korban atau kericuhan berikutnya,” ujarnya.
Menurut Sulaiman, Pemkab Bekasi harus segera menyelesaikan persoalan ini dengan solusi yang adil dan berkeadilan.
“Bagaimana caranya pedagang tetap bisa berjualan untuk mencari nafkah, tapi di sisi lain Jalan RE Martadinata harus bebas dari penumpukan PKL dan arus kendaraan lancar tanpa ada sumbatan. Itu bukan hal yang mustahil asal ada kemauan pemerintah untuk menyelesaikannya dengan benar,” jelasnya.
Oleh karena itu, ASPEC mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi segera melakukan tiga langkah konkret:
– Penertiban dan penataan ulang PKL di sepanjang Jalan RE Martadinata samping SGC agar tidak lagi berjualan di badan jalan.
– Menyiapkan lokasi relokasi yang layak, terjangkau, dan manusiawi bagi PKL agar tidak kehilangan mata pencaharian.
– Penegakan hukum yang konsisten oleh Satpol PP dan APH agar tidak terjadi lagi aksi premanisme, pungutan liar, maupun baku hantam antar pedagang.
“Kami dari ASPEC mendukung pedagang kecil untuk tetap bisa mencari nafkah, tapi harus tertib dan tidak mengganggu kepentingan umum. Jangan sampai Jalan Nasional RE Martadinata yang menjadi urat nadi perekonomian Cikarang ini lumpuh total karena tidak adanya penataan yang jelas. Pemerintah harus hadir dan bertindak sekarang, jangan menunggu korban berjatuhan,” pungkas Sulaiman.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi maupun pihak Kepolisian terkait penyebab pasti kericuhan dan penanganan selanjutnya. (Mhpd)







