BEKASI, SWATANTRANEWS.COM — Kegembiraan warga dan petani Desa Lenggahsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, berubah menjadi kebingungan. Pasalnya, alat berat ekskavator yang baru saja diturunkan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Cilicis, dan Cisadane (BBWSC-BBWSCC) untuk pekerjaan normalisasi Kali Alam, dikabarkan sudah tidak ada di lokasi hanya dalam hitungan jam, pada Rabu malam (28/10/2026).
Alat Berat Akhirnya Turun, Warga Sangat Antusias
Sebelumnya, pada 21 Oktober 2026, tim BBWSC-BBWSCC bersama Penggerak Gotong Royong (PGR) telah melakukan survei di tiga desa — Pantai Harapanjaya, Jayasakti, dan Lenggahsari — di Kecamatan Cabangbungin dan Muaragembong. Atas permohonan para petani dan warga, pihak BBWSC-BBWSCC menanggapi positif dan menurunkan alat berat untuk pendangkalan sungai.
“Sore itu saya mendapat kabar via telepon dari pihak BBWSC bahwa alat berat akan datang malam itu. Kami segera sampaikan ke petani dan tim PGR. Warga dan petani Desa Lenggahsari sangat gembira, kami siap mengawal kedatangannya,” ujar perwakilan warga.
Lokasi pekerjaan berada di Kampung Cabang Dua, Kali Alam, yang selama ini dangkal dan menyulitkan pengairan lahan pertanian.
Baru Semalam, Alat Berat Sudah Hilang
Namun kegembiraan itu berubah menjadi tanda tanya besar. Pagi harinya sekitar pukul 07.00–08.00 WIB, warga mendapati alat berat tersebut sudah tidak ada di lokasi.
“Baru hitungan jam, sudah tidak ada. Kami bertanya-tanya: Beko kemana? Padahal kami sudah menunggu lama dan sangat membutuhkan pendangkalan sungai ini untuk pertanian kami,” ungkap warga.
Saat dikonfirmasi, Muhammad Hamdan dari pihak BBWSC melalui pesan WhatsApp menyatakan belum mengetahui secara pasti, dan menduga alat berat mungkin ditarik kembali atau dialihkan ke lokasi lain.
Sampai saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak BBWSC-BBWSCC terkait kepastian pemindahan atau penarikan alat berat tersebut. Warga berharap ada kejelasan sehingga pekerjaan normalisasi yang sangat dibutuhkan dapat segera terlaksana. (M. Hasan)








