Digitalisasi Estetika: Komunitas Fotografer Makassar Bedah Potensi AI dalam vivo V70 Series

Belajar Fotografi bersama Vivo V70 dan Instanusantara Makassar

MAKASSAR – Dominasi kamera profesional jenis Digital Single Lens Reflex (DSLR) dalam dunia fotografi traveling kini mulai mendapatkan tantangan serius dari teknologi Kecerdasan Buatan (AI) ponsel pintar. Fenomena ini menjadi topik hangat dalam gelaran “Vivo V70 Workshop Photography” yang mempertemukan raksasa teknologi Vivo dengan komunitas kreatif Instanusantara Makassar di kawasan Pabaeng-baeng, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Vivo Store Shop, Jalan Veteran Selatan ini, menyoroti bagaimana integrasi perangkat keras sensor tinggi dan algoritma AI dapat memangkas batasan teknis yang selama ini hanya bisa diatasi oleh peralatan kamera berat. Di tengah tren masyarakat yang ingin mengabadikan momen secara instan namun tetap estetis, kehadiran vivo V70 Series diposisikan sebagai jawaban atas kebutuhan dokumentasi yang praktis namun berkualitas profesional.

Bacaan Lainnya
banner 728x250

Chief of Instanusantara Makassar, Shandi Hadi Saputra, yang hadir sebagai narasumber utama, mengungkapkan bahwa lanskap fotografi seluler telah mengalami lompatan besar. Menurut peraih penghargaan Vivo Imagine 2025 tersebut, tantangan terbesar fotografer di lapangan seringkali berkaitan dengan kondisi alam yang tidak menentu dan keterbatasan alat.

“V70 FE bukan sekadar ponsel berkamera besar. Dengan fitur seperti AI Travel Portrait, kita bisa memanipulasi suasana langit atau pencahayaan yang buruk secara digital tanpa kehilangan kesan natural. Ini adalah solusi atas situasi di luar kendali fotografer,” ujar Shandi di hadapan 40 peserta workshop.

Meski suhu udara Makassar mencapai puncaknya di tengah bulan Ramadan, antusiasme peserta tidak surut. Sesi materi yang berlangsung hingga pukul 15.00 WITA tersebut bahkan diwarnai momen dedikasi tinggi dari sang pemateri. Shandi, yang membawakan materi dengan sangat energetik, sempat hampir kehilangan suara akibat intensitas penjelasan teknis yang mendalam. Alhasil, ia meminta para peserta untuk aktif membaca mandiri materi kuis berhadiah yang ditayangkan di layar guna menjaga kelancaran sesi.

Dari sisi teknis, kekuatan utama yang dibedah dalam workshop ini adalah penggunaan sensor ISOCELL HP5 200MP pada vivo V70 FE. Ukuran sensor 1/1.56 inci yang dipadukan dengan Optical Image Stabilization (OIS) diklaim mampu menghasilkan ketajaman gambar yang setara dengan kamera profesional dalam kondisi pencahayaan minim.

Tak hanya itu, fitur Multifocal Length yang mencakup 23mm hingga 85mm menjadi sorotan utama bagi para fotografer portrait. Shandi mendemonstrasikan bagaimana lensa 85mm pada ponsel ini mampu memberikan efek bokeh yang rapi dan isolasi objek yang tajam, sebuah kapabilitas yang biasanya memerlukan lensa prime mahal pada kamera konvensional.

Perwakilan Vivo, Lindar, menegaskan bahwa kolaborasi dengan komunitas lokal merupakan cara paling efektif untuk memberikan edukasi langsung mengenai kapabilitas perangkat. “Kami ingin membuktikan bahwa karya foto memukau kini bisa diwujudkan hanya melalui satu genggaman. Kami menyasar para penggiat hobi yang mendambakan kualitas profesional tanpa harus terbebani perangkat yang berat saat bepergian,” jelasnya.

Secara komersial, Vivo membawa dua varian unggulan ke pasar Makassar. Vivo V70 dipasarkan dengan harga Rp9.000.000 untuk varian 12GB + 256GB, menyasar segmen pengguna yang membutuhkan performa multitasking tinggi. Sementara itu, vivo V70 FE hadir sebagai pilihan yang lebih terjangkau namun tetap bertenaga, dengan harga mulai dari Rp6.500.000 untuk konfigurasi 8GB + 256GB.

Workshop ini tidak hanya berhenti pada pemaparan teori. Para peserta langsung ditantang melakukan hunting foto menggunakan unit vivo V70 FE di sekitar lokasi acara. Kegiatan ini bertujuan agar peserta dapat merasakan langsung fitur-fitur seperti AI Retouch dan AI Telephoto Enhance (30x Zoom) untuk menangkap detail mikro yang sulit dijangkau mata telanjang.

Acara diakhiri dengan pemberian voucer kepada tiga pemenang kompetisi foto instan dan pembagian paket takjil bagi seluruh peserta menjelang waktu berbuka puasa. Sinergi antara teknologi global dan komunitas lokal ini diharapkan dapat mendorong standar baru dalam industri konten visual di Sulawesi Selatan.

Pos terkait